Petinggi Polres Tangsel Terjerat Narkoba: Kasat dan Anggota Langsung Ditahan
UPDATE TERKINI — Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan diguncang skandal besar. Kepala satuan dan dua orang anggotanya dikonfirmasi terlibat dalam jaringan narkotika lintas kota. Operasi p...
UPDATE TERKINI — Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan diguncang skandal besar. Kepala satuan dan dua orang anggotanya dikonfirmasi terlibat dalam jaringan narkotika lintas kota. Operasi penyelidikan internal yang berlangsung rahasia selama tiga pekan akhirnya membuahkan hasil pada Rabu (17/12/2025) dini hari.
Pengungkapan Berawal dari Laporan Warga
Informasi awal mencuat dari laporan masyarakat tentang transaksi mencurigakan di wilayah Ciputat. Tim Propam Polres kemudian melakukan pendalaman dan menemukan keterlibatan oknum polisi. “Kami tidak mentoleransi,” tegas Kapolres dalam konferensi pers darurat.
Kronologi Penyelidikan
Tim internal menerima informasi pada awal Desember. Setelah pemantauan, ditemukan pola komunikasi mencurigakan antara ketiganya dengan narapidana narkoba di Lapas Cipinang. Operasi penggerebekan dilaksanakan serentak pada pukul 02.30 WIB. Saat itu, AKP AS sedang berada di rumah pribadinya di kawasan Serpong.
Penangkapan dan Barang Bukti
Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda. Di kediaman pribadi Kasat Narkoba, petugas mengamankan paket sabu seberat 1,5 kilogram dan uang tunai Rp200 juta. Sementara itu, dari tangan dua anggota lainnya disita 400 gram ganja dan alat isap. Seluruh tersangka langsung digelandang ke Mapolres.
Jumlah Tersangka dan Pasal
Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka: AKP berinisial AS (Kasat Narkoba), serta Briptu RH dan Bripda TW. Mereka dijerat Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Penyidik juga mendalami aset para tersangka yang diduga berasal dari hasil kejahatan.
Profil Tersangka
AKP AS dikenal sebagai perwira berprestasi yang baru menjabat selama 10 bulan. Briptu RH adalah anggota reserse dengan rekam jejak bersih. Namun penyelidikan mengindikasikan bahwa mereka sudah bermain sejak tiga bulan terakhir. Barang haram dipasok melalui jaringan antar-pulau.
Langkah Tegas Pimpinan
Kapolres Tangerang Selatan menyatakan akan memproses pidana sekaligus menggelar sidang disiplin internal. “Kami pastikan pemecatan tidak hormat menanti mereka,” ujarnya. Kapolda Metro Jaya turun tangan memerintahkan audit seluruh personel narkoba. Publik mendesak transparansi penuh.
Reaksi Publik dan Pengamat
Sejumlah elemen masyarakat mengecam keras dan mempertanyakan integritas kepolisian. Pengamat kepolisian mendesak dilakukannya tes narkoba mendadak bagi seluruh anggota. “Ini pukulan telak bagi reformasi kepolisian,” kata aktivis antinarkoba.
Komitmen Pembersihan
Wakapolres menyebut skandal ini sebagai tamparan keras. “Kami akan merevolusi pengawasan internal,” katanya. Para personel yang terbukti melanggar akan diberi sanksi maksimal tanpa pandang bulu. Masyarakat diminta untuk terus melaporkan indikasi penyalahgunaan wewenang.
Dampak dan Penyelidikan Lanjutan
Skandal ini memukul kredibilitas institusi dan membuka borok pengawasan internal. Polres berjanji akan membongkar jaringan yang lebih besar. Sementara itu, ketiga tersangka menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain di lingkungan Polres.
Comments (0)