Pesan Ancaman Bom di WhatsApp Teror MPLS SDN 15 Jagakarsa

JAKARTA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendadak berubah mencekam setelah sebuah pesan ancaman bom menyebar melalui aplikasi WhatsA...

Jul 15, 2026 - 00:52
0 0
Pesan Ancaman Bom di WhatsApp Teror MPLS SDN 15 Jagakarsa

JAKARTA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendadak berubah mencekam setelah sebuah pesan ancaman bom menyebar melalui aplikasi WhatsApp, Senin (13/7/2026).

  • Ancaman bom dikirim ke grup WhatsApp orang tua murid sekitar pukul 08.15 WIB.
  • Pengirim mengaku telah menempatkan bahan peledak di dalam lingkungan sekolah.
  • Pihak sekolah segera melapor ke Polsek Jagakarsa.
  • Tim Jibom dan satwa pelacak langsung diterjunkan ke lokasi.
  • 346 siswa dan 28 guru dievakuasi dalam waktu 10 menit.
  • Belum ditemukan benda mencurigakan hingga pukul 11.00 WIB.

Kronologi Kejadian

Kepanikan bermula saat seorang wali murid menerima pesan bernada teror di grup WhatsApp yang beranggotakan orang tua kelas 1. Pesan tersebut berisi kalimat ancaman bahwa bom akan meledak di SDN Srengseng Sawah 15 dalam hitungan jam. Wali murid yang panik segera menghubungi guru kelas, yang kemudian meneruskan ke kepala sekolah.

"Pesan itu membuat kami ketakutan. Isinya sangat serius dan menyebut lokasi spesifik," ujar salah satu orang tua yang enggan disebut namanya. Dalam hitungan menit, informasi tersebut menyebar luas dan memicu kekhawatiran di kalangan orang tua lainnya.

Respons Cepat Kepolisian

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jagakarsa langsung memerintahkan pengamanan maksimal. Unit Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya bersama anjing pelacak K-9 tiba di lokasi pukul 08.45 WIB. Seluruh area sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, hingga kantin, disisir.

"Kami belum bisa memastikan apakah ancaman ini hoaks atau serius. Prosedur standar penanganan ancaman bom tetap kami jalankan untuk keselamatan semua pihak," kata Kapolsek Jagakarsa. Polisi juga melakukan sterilisasi radius 100 meter di sekitar sekolah.

Evakuasi Cepat Tanpa Insiden

Sekitar pukul 08.30 WIB, seluruh aktivitas MPLS dihentikan. Ratusan siswa yang tengah mengikuti perkenalan lingkungan segera digiring ke lapangan terbuka di luar kompleks sekolah. Para guru dan staf dengan sigap menenangkan siswa agar tidak panik. Proses evakuasi berlangsung tertib dan selesai dalam tempo 10 menit.

Orang tua yang mendengar kabar tersebut berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menjemput anak mereka. Pihak kepolisian meminta para wali murid bersabar dan tidak memasuki area yang masih dalam penyisiran. Seorang petugas kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi siswa yang mengalami syok.

Pernyataan Pihak Sekolah dan Dinas Pendidikan

Kepala SDN Srengseng Sawah 15, dalam keterangannya, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Ia memastikan pihaknya akan mengevaluasi sistem komunikasi dengan orang tua dan memperkuat pengamanan internal. "Kami akan bekerja sama penuh dengan kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku teror ini. Keamanan siswa adalah prioritas utama," tegasnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui akun resminya menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan pendampingan psikologis bagi siswa yang terdampak. Pihaknya juga mengimbau agar tidak menyebarkan pesan serupa tanpa verifikasi.

Update Penanganan

Hingga berita ini diturunkan, tim Jibom belum menemukan satu pun benda mencurigakan. Meski demikian, penyelidikan masih berlangsung, termasuk upaya melacak nomor pengirim pesan WhatsApp. Polisi menduga kuat aksi ini adalah teror kosong atau hoaks, namun tidak menutup kemungkinan ada motif lain. "Kami akan mengusut hingga tuntas. Pelaku penyebar ancaman bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana berat," pungkas Kapolsek.

Kegiatan MPLS untuk sementara dialihkan ke rumah masing-masing, sementara sekolah menunggu hasil resmi penyisiran. Situasi di sekitar SDN Srengseng Sawah 15 masih dijaga ketat oleh personel gabungan TNI-Polri.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User