MAKASSAR — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi resmi melakukan langkah strategis guna mengoptimalkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan menyesuaikan konfigurasi kapasitas pelayanan dan menambah unit nozzle (pipa kran pengisian) di 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Langkah percepatan ini diambil guna merespons tingginya mobilitas masyarakat serta mengurai antrean panjang kendaraan yang kerap memadati ruas jalan di sekitar area SPBU, khususnya pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Langkah Cepat Urai Antrean BBM Bersubsidi
Penambahan nozzle serta penataan ulang tata letak pulau pompa (island) difokuskan pada produk BBM jenis Pertalite dan Solar Subsidi (Biosolar). Dengan rekonfigurasi ini, kapasitas tampung dan kecepatan waktu pelayanan di SPBU ditargetkan meningkat signifikan, sehingga waktu tunggu pengemudi dapat dipangkas secara efektif.
"Kami terus melakukan evaluasi berkala terhadap pola konsumsi dan pergerakan kendaraan di lapangan. Penyesuaian konfigurasi dan penambahan nozzle di 12 SPBU prioritas ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk menghadirkan pelayanan energi yang lebih cepat, nyaman, dan tertib bagi warga Makassar," ujar manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Kronologi dan Tahapan Implementasi di Lapangan
Pelaksanaan penyesuaian fasilitas SPBU di Kota Makassar dilakukan melalui beberapa fase terukur guna memastikan tidak mengganggu pasokan harian kepada masyarakat:
- Tahap Pemetaan dan Audit Trafik: Tim teknis memetakan SPBU dengan volume antrean tertinggi di koridor jalan protokol seperti Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Sultan Alauddin.
- Rekonfigurasi Mesin Dispenser: Melakukan modifikasi teknis pada pulau pompa pengisian untuk memisahkan jalur kendaraan roda dua dan roda empat secara lebih proporsional.
- Pemasangan dan Uji Tera Nozzle Baru: Menambah unit nozzle dispenser yang langsung diikuti proses kalibrasi serta uji tera metrologi guna menjamin kepresisian takaran BBM.
- Optimalisasi Operasional Penuh: Mengaktifkan seluruh nozzle tambahan dengan dukungan operator terlatih serta pengawasan sistem digital terpusat.
Pengawasan Ketat dan Penguatan Skema Subsidi Tepat
Selain mempercepat durasi transaksi di SPBU, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran BBM bersubsidi tetap terikat pada skema Program Subsidi Tepat menggunakan pemindaian QR Code MyPertamina. Langkah digitalisasi ini didukung oleh fasilitas kamera pengawas (CCTV) otomatis yang terhubung langsung ke pusat pemantauan.
Pertamina juga mengimbau para konsumen untuk selalu mematuhi instruksi petugas di lapangan demi ketertiban bersama:
- Menyiapkan QR Code Subsidi Tepat sebelum memasuki area pengisian BBM.
- Menggunakan lajur pengisian sesuai dengan jenis bahan bakar yang dituju.
- Mematikan mesin kendaraan serta tidak menggunakan ponsel saat proses pengisian berlangsung.
Dengan beroperasinya nozzle baru di 12 titik SPBU tersebut, Pertamina berharap distribusi BBM bersubsidi di Kota Makassar kian merata, tepat sasaran, serta mampu menopang laju mobilitas dan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Comments (0)