Perluasan KEK Berbasis Industri Dinilai Pacu Hilirisasi Nasional
JAKARTA — Perluasan tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) di Jawa Timur dan Jawa Tengah dinilai sebagai langkah strategis yang mampu memperkuat fondasi kebijakan hilirisasi nasional. Ekonom senior dari ...
JAKARTA — Perluasan tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) di Jawa Timur dan Jawa Tengah dinilai sebagai langkah strategis yang mampu memperkuat fondasi kebijakan hilirisasi nasional. Ekonom senior dari CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menekankan bahwa pengembangan KEK Gresik, Kendal, dan Galang Batang secara signifikan dapat menarik investasi manufaktur bernilai tambah tinggi.
Menurut Faisal, ketiga kawasan tersebut memiliki posisi geografis dan infrastruktur pendukung yang optimal untuk menampung industri pengolahan dan pemurnian komoditas unggulan Indonesia. “Perluasan KEK berbasis industri jelas menjadi pengungkit bagi target pemerintah menjadikan Indonesia pusat produksi manufaktur global,” ujarnya dalam sebuah diskusi terbatas di Jakarta, Selasa (10/6).
Sasar Investasi Berkualitas
Dengan status KEK yang memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal, Gresik, Kendal, dan Galang Batang diproyeksikan mampu menarik investasi di sektor logam, kimia, elektronik, hingga komponen otomotif. Faisal menyebut bahwa kebijakan perluasan yang diinisiasi pemerintah ini sejalan dengan tren relokasi rantai pasok global yang mengarah ke Asia Tenggara.
“Investasi di sektor manufaktur bukan hanya soal membangun pabrik, tetapi juga mentransfer teknologi dan menyerap tenaga kerja lokal. KEK-keek ini menjadi etalase kemudahan berusaha,” tambahnya. Data Kementerian Investasi mencatat, sepanjang kuartal pertama 2025, realisasi investasi di kawasan industri telah mencapai Rp89,7 triliun, naik 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkuat Rantai Pasok Domestik
Perluasan KEK juga diproyeksikan memperkuat rantai pasok domestik. Selama ini, Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku dan produk antara untuk kebutuhan industri. Dengan adanya kawasan industri terintegrasi, pelaku usaha dapat membangun klaster produksi yang mengurangi ketergantungan impor.
Faisal mencontohkan, KEK Kendal yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Emas dan proyek jalan tol baru akan mempercepat arus logistik barang ekspor. Sementara itu, KEK Gresik yang terintegrasi dengan kawasan industri smelter diprediksi menjadi magnet bagi investor di sektor pengolahan mineral.
Dukungan Regulasi dan Infrastruktur
Agar perluasan ini optimal, pemerintah perlu memastikan kesiapan infrastruktur penunjang seperti ketersediaan energi, air, dan konektivitas digital. Faisal juga mengingatkan pentingnya konsistensi regulasi dan kepastian hukum untuk menjaga kepercayaan investor. “Jangan sampai ada perubahan aturan secara tiba-tiba yang mengagetkan pasar,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pusat dan daerah, pengembangan KEK berbasis industri diyakini dapat menjadi game changer bagi transformasi ekonomi Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah tinggi.
Baca juga:
Comments (0)