Pengapalan PC Anjlok 4,9%, Pedagang Pasrah Jualan Laptop Makin Susah
Krisis Chip Memori Tekan Industri PC Global Industri komputer global mengalami tekanan berat sepanjang kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru dari Internat
Krisis Chip Memori Tekan Industri PC Global
Industri komputer global mengalami tekanan berat sepanjang kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan pengapalan personal computer (PC) anjlok 4,9% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini memicu gelombang kekhawatiran di kalangan produsen, distributor, hingga pedagang eceran di seluruh dunia. Di Indonesia, para penjual di pusat elektronik seperti Harco Mangga Dua, Jakarta, mengaku situasi penjualan laptop dan komputer rakitan kini semakin sulit, ditambah harga komponen yang terus melonjak akibat krisis chip memori yang belum kunjung mereda.
“Saat ini kami hanya bisa pasrah. Stok menumpuk, pembeli sepi, sementara harga dari distributor naik terus karena chip DRAM dan NAND susah didapat. Ini yang terburuk dalam lima tahun terakhir,” ujar Hendra, pemilik toko komputer yang telah berjualan lebih dari satu dekade di kawasan tersebut saat ditemui Selasa (11/11).
Kronologi Krisis dan Dampaknya pada Rantai Pasok
Krisis chip memori bukanlah fenomena baru, namun eskalasinya sepanjang 2026 membawa dampak luar biasa. Berikut rangkaian peristiwa yang memperburuk pasar PC:
- Januari–Februari 2026: Gangguan rantai pasok global imbas konflik geopolitik dan bencana alam di pabrik chip utama di Taiwan dan Korea Selatan menyebabkan produksi chip memori terhambat. Pabrik DRAM dan NAND Flash beroperasi di bawah kapasitas optimal.
- Maret 2026: Harga chip DRAM naik 35% dalam dua bulan, disusul kelangkaan modul NAND yang digunakan untuk solid-state drive (SSD). Produsen laptop utama seperti Lenovo, HP, dan Dell mulai merevisi target produksi.
- Mei 2026: Vendor besar menaikkan harga laptop secara bertahap hingga 15-20%. Permintaan ritel langsung menyusut karena daya beli konsumen melemah di tengah inflasi global.
- Juli 2026: Laporan resmi IDC mengonfirmasi pengapalan PC global hanya 62,5 juta unit, turun 4,9% YoY. Segmen laptop konsumer menjadi yang paling terpukul, sementara segmen komersial mengalami stagnasi.
Pedagang kecil di pasar elektronik tradisional paling merasakan getahnya. Mereka harus bersaing dengan platform online yang masih menyediakan program cashback dan diskon agresif, meski margin keuntungan terus tergerus. “Dulu sehari bisa jual tiga laptop, sekarang tiga hari baru laku satu. Itu pun pembeli menawar habis-habisan. Belum lagi banyak calon pembeli yang menunda karena menunggu harga turun, padahal trennya malah naik,” tambah Hendra.
Respons Pemerintah dan Proyeksi Pemulihan
Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) mengaku tengah memantau situasi dan berencana memberikan insentif fiskal bagi perakit lokal agar dapat menggunakan komponen alternatif. Namun, pelaku industri menilai langkah tersebut belum cukup mengompensasi lonjakan biaya produksi yang telah menggembung lebih dari 20% sejak awal tahun.
Analis teknologi dari IDC, Michael Tandiono, menyebutkan pemulihan mungkin baru terlihat pada semester I 2027 jika tambahan kapasitas produksi chip dari pabrik baru di Amerika Serikat dan Jerman mulai beroperasi. “Konsumen saat ini menunda pembelian karena harga tinggi dan ketidakpastian ekonomi. Pasar PC akan tetap lesu setidaknya hingga akhir tahun. Bahkan, peluncuran PC berbasis AI yang diharapkan mendongkrak pasar belum menunjukkan daya tarik signifikan karena harganya yang premium,” jelasnya.
Sementara itu, tren work from home yang dulu mendongkrak penjualan kini telah mereda, dan perangkat seperti tablet serta smartphone premium semakin menggerogoti pasar laptop kelas menengah. Para pedagang hanya bisa berharap momentum tahun ajaran baru atau libur Natal akhir tahun mampu mendorong permintaan, meski optimisme tetap tipis. Di tengah tekanan tersebut, sejumlah distributor mulai menawarkan paket bundling dengan aksesori untuk menarik minat, namun hasilnya belum menggembirakan.
[SOCIAL_TWEET]: Pasar PC global lesu! Pengapalan turun 4,9% di Q2 2026 akibat krisis chip memori. Pedagang pasrah, laptop makin susah laku. #KrisisChip #IndustriPC #Teknologi[SOCIAL_TG]: 💻📉 Penjualan laptop makin seret! Krisis chip bikin harga naik, pengapalan PC global turun 4,9%. Pedagang cuma bisa pasrah. #TeknologiUpdate
Comments (0)