Penertiban PHB Karet Tengsin, Warga Bandel Jualan

BREAKING — Puluhan bangunan liar di atas saluran penghubung (PHB) Jalan Abdul Jalil, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, BARU SAJA ditertibkan petugas gabungan. Namun, sejumlah warga membandel dan tetap b...

Aug 07, 2026 - 13:19
0 0
Penertiban PHB Karet Tengsin, Warga Bandel Jualan

BREAKING — Puluhan bangunan liar di atas saluran penghubung (PHB) Jalan Abdul Jalil, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, BARU SAJA ditertibkan petugas gabungan. Namun, sejumlah warga membandel dan tetap berjualan di lokasi.

Penertiban berlangsung sejak pagi tadi. Petugas menggunakan alat berat untuk merobohkan bangunan semi permanen. Warga terlihat bertahan di sela-sela reruntuhan.

Warga Bertahan, Aktivitas Dagang Tetap Jalan

Pantauan di lapangan, beberapa pedagang masih melayani pembeli. Mereka menolak pindah meski bangunan di sekitarnya sudah rata. "Kami tidak punya tempat lain," ujar seorang pedagang yang enggan disebut nama.

Aktivitas jual beli berlangsung di atas puing-puing. Pembeli tampak nekat bertransaksi. Suasana campur aduk antara debu dan teriakan petugas.

Fakta Kunci Penertiban

  • Lokasi: Jalan Abdul Jalil, Karet Tengsin, Jakarta Pusat
  • Objek: Puluhan bangunan di atas saluran penghubung (PHB)
  • Pihak: Petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas SDA, dan TNI/Polri
  • Alat: Dua unit alat berat dikerahkan
  • Korban: Tidak ada laporan korban jiwa

Kronologi Singkat

Penertiban dimulai pukul 08.00 WIB. Petugas memasang garis pengaman. Warga sempat bernegosiasi, tetapi tetap berlanjut. Enam bangunan telah diratakan hingga siang ini.

Proses evakuasi barang berlangsung cepat. Warga dibantu petugas memindahkan perabot. Namun, sebagian memilih bertahan di lokasi.

Respons Warga dan Petugas

Seorang saksi mata melaporkan, warga sempat menghadang alat berat. Ketegangan mereda setelah camat setempat berunding. "Kami minta waktu, tapi tidak diindahkan," kata saksi.

Petugas menyatakan penertiban sesuai aturan. Bangunan di atas PHB melanggar Perda No. 8 Tahun 2007. "Ini untuk kepentingan umum," ujar koordinator lapangan.

Dampak dan Perkembangan

Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat. Petugas mengalihkan kendaraan. Warga yang bangunannya terkena penertiban diarahkan ke rusunawa terdekat.

Hingga berita ini diturunkan, penertiban masih berlangsung. Sebanyak 15 bangunan belum dirobohkan. Warga berencana mengajukan gugatan ke pengadilan.

UPDATE — Camat Karet Tengsin mengonfirmasi akan mengadakan mediasi sore ini. Warga diharapkan kooperatif. "Kami buka ruang dialog," katanya.

Penertiban ini bagian dari normalisasi saluran air. PHB selama ini tersumbat bangunan liar. Target selesai dalam tiga hari.

Warga yang tetap bertahan mengaku siap menghadapi risiko. Mereka berharap pemerintah menyediakan lokasi relokasi. "Kami hanya ingin hidup layak," tutup pedagang itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User