Penangkapan Dramatis di Bali, Bos Kartel Hells Angels Dipulangkan ke Australia
Jakarta - Buron kelas kakap asal Australia yang menjadi pimpinan kartel narkoba 'Hells Angels', Angelo Pandeli, akhirnya diserahkan kembali ke negara asalnya setelah tertangkap di Bali. Penyerahan bu
Jakarta - Buron kelas kakap asal Australia yang menjadi pimpinan kartel narkoba 'Hells Angels', Angelo Pandeli, akhirnya diserahkan kembali ke negara asalnya setelah tertangkap di Bali. Penyerahan buron internasional ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imipas, Hendarsam Marantoko, dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026).
Menurut laporan yang dihimpun media kami, Angelo Pandeli berhasil diamankan oleh aparat gabungan sekitar dua pekan lalu di wilayah Bali. Hendarsam mengungkapkan bahwa proses pemulangan buron tersebut telah berjalan lancar dan kini Angelo sudah berada di Australia untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Dua minggu yang lalu kalau nggak salah (dipulangkan)," ujar Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko di Gedung Kementerian Imipas, Jakarta Selatan.
Penangkapan Angelo Pandeli bukanlah operasi biasa. Berdasarkan informasi yang diperoleh, bos kartel Hells Angels itu ditangkap saat berusaha melarikan diri menggunakan jet pribadi. Aksi tangkap tangan ini merupakan buah dari kerja sama erat antara pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan otoritas penegak hukum dari Australia.
Angelo Pandeli dikenal sebagai figur sentral dalam jaringan peredaran narkotika internasional. Organisasi Hells Angels yang dipimpinnya telah lama menjadi target operasi kepolisian global, khususnya Australia, yang menempatkannya dalam daftar buronan prioritas tinggi. Keberhasilan penangkapannya di Indonesia menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memberantas kejahatan transnasional, terutama yang melibatkan warga negara asing yang melarikan diri ke wilayah Indonesia.
Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Australia dalam bidang penegakan hukum kembali diuji dan terbukti efektif. Proses ekstradisi atau pemulangan yang cepat menandakan adanya koordinasi yang solid antara Imigrasi Indonesia, Polri, dan Australian Federal Police (AFP).
Pihak Imigrasi menegaskan bahwa masuknya Angelo ke Indonesia melalui jalur penerbangan pribadi menjadi perhatian serius. Ke depannya, pengawasan terhadap pintu masuk melalui jalur non-komersial akan diperketat untuk mencegah lolosnya buron-buron serupa yang memanfaatkan celah keamanan di perbatasan. Hingga kini, pihak berwenang masih terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lokal yang membantu persembunyian Angelo selama berada di Pulau Dewata.
Comments (0)