Sep 18, 2026
Nasional

Pemprov DKI Alokasikan Rp90 Miliar Demi Percepat Pembangunan SJUT

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menganggarkan dana sebesar Rp90 miliar untuk mengakselerasi pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Ter

Pemprov DKI Alokasikan Rp90 Miliar Demi Percepat Pembangunan SJUT

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menganggarkan dana sebesar Rp90 miliar untuk mengakselerasi pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Komitmen pendanaan ini dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna menyelesaikan permasalahan klasik tata kota, yakni maraknya kabel udara yang menjuntai semrawut di berbagai sudut ibu kota. Langkah strategis ini diharapkan mampu merapikan estetika kota sekaligus meningkatkan keselamatan bagi para pengguna jalan dan pejalan kaki.

Pembangunan SJUT menjadi prioritas utama penataan infrastruktur bawah tanah di Jakarta. Selama bergenerasi-generasi, bentangan kabel serat optik dan jaringan listrik udara tidak hanya merusak pemandangan kota, tetapi juga memicu bahaya keselamatan yang nyata. Kasus kecelakaan lalu lintas akibat kabel yang menjuntai rendah hingga memakan korban jiwa menjadi dorongan kuat bagi Pemprov DKI untuk mempercepat migrasi seluruh saluran utilitas ke bawah tanah secara terintegrasi.

"Penataan utilitas bukan sekadar isu estetika kota, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan publik serta modernisasi infrastruktur Jakarta menuju kota global," tegas pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Rincian Alokasi Dana dan Target Koridor Utama

Penggelontoran dana Rp90 miliar ini diarahkan untuk mendukung pekerjaan teknis pembuatan saluran bawah tanah (ducting), penyediaan manhole, hingga pemindahan kabel-kabel jaringan milik para operator telekomunikasi. Pemprov DKI Jakarta menargetkan beberapa ruas jalan protokol dan kawasan bisnis strategis di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat sebagai prioritas utama penataan tahap ini.

Berikut adalah rincian perbandingan target capaian dan pemetaan koridor penataan SJUT di wilayah DKI Jakarta:

Wilayah Target Panjang Koridor (Km) Jumlah Operator Terlibat Status Pengerjaan
Jakarta Selatan (Tahap 1) 24,5 km 42 Operator Konstruksi & Pemindahan
Jakarta Pusat (Tahap 1) 18,2 km 38 Operator Persiapan Ducting
Jakarta Timur & Barat 15,0 km 25 Operator Tahap Perencanaan

Tahapan Pelaksanaan Proyek Penataan Utilitas

Proses pemindahan jaringan utilitas dari udara ke bawah tanah memerlukan koordinasi lintas sektor yang ketat agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas dan pasokan layanan telekomunikasi masyarakat. Pemprov DKI Jakarta menerapkan empat tahapan utama dalam pengerjaan proyek ini:

  1. Survei dan Pemetaan Lapangan: Mengidentifikasi titik-titik kabel udara aktif serta pemetaan alur pipa bawah tanah agar tidak membentur jaringan air bersih (PAM) dan gas.
  2. Galian Mikro dan Pemasangan Pipa Ducting: Pembuatan saluran khusus SJUT di bawah trotoar menggunakan metode teknis meminimalisir kerusakan permukaan jalan.
  3. Relokasi Kabel Operator: Proses migrasi kabel serat optik milik operator telekomunikasi ke dalam saluran jaringan terpadu bawah tanah.
  4. Pemotongan Kabel Udara dan Restorasi Trotoar: Pemotongan massal tiang dan kabel udara lama diikuti pemulihan trotoar agar ramah bagi pejalan kaki.

Analisis Dampak Tata Kota dan Catatan Pengamat

Pengalokasian anggaran yang masif ini dinilai sebagai langkah maju dalam tata kelola kota berbasis ruang berkelanjutan. Namun, efektivitas proyek ini sangat bergantung pada ketegasan pemerintah daerah dalam memikat serta menindak operator yang enggan memindahkan kabelnya.

Trubus Rahadiansyah, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, memberikan pandangannya terkait pengawasan proyek modal ini. "Langkah pengalokasian dana Rp90 miliar ini harus diimbangi dengan ketegasan sanksi. Tanpa penegakan aturan yang konsisten terhadap operator bandel, upaya penganggaran ini berisiko kurang optimal dalam jangka panjang," ungkap Trubus.

Dengan percepatan pembangunan SJUT ini, Jakarta diproyeksikan dapat mengurangi hingga 80 persen keberadaan kabel udara liar di ruas jalan protokol pada akhir periode proyek. Langkah ini sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai kota metropolis modern yang aman, estetis, dan berstandar internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User