Sep 18, 2026
Nasional

SAR Banten Kerahkan Helikopter Dauphin Cari Jurnalis Hilang

BANTEN — Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten secara resmi mengerahkan satu unit Helikopter AS365 N3+ Dauphin milik

SAR Banten Kerahkan Helikopter Dauphin Cari Jurnalis Hilang

BANTEN — Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten secara resmi mengerahkan satu unit Helikopter AS365 N3+ Dauphin milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mengoptimalkan pencarian seorang jurnalis yang dilaporkan hilang. Langkah eskalasi ini diambil setelah pencarian jalur darat dan perairan terkendala medan yang terjal serta cuaca buruk yang menyelimuti kawasan pencarian dalam beberapa hari terakhir.

Penggunaan armada udara tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan jangkauan pencarian hingga radius 50 mil laut dan menyisir area perbukitan serta tebing terjal yang mustahil diakses dengan cepat oleh personel darat. Helikopter bermesin ganda tersebut dilengkapi dengan sistem pencarian canggih, termasuk kamera termal dan peralatan komunikasi udara-ke-darat yang terintegrasi langsung dengan posko utama operasi pencarian.

Kronologi dan Timeline Operasi Pencarian

Operasi pencarian telah memasuki fase krusial dengan keterlibatan alutsista udara. Berikut adalah alur waktu dan perkembangan operasi penyisiran lokasi:

  1. Hari Pertama (Pelaporan Resos): Korban yang merupakan jurnalis media nasional dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas liputan investigatif di kawasan pesisir Banten. Laporan resmi diterima posko SAR dari pihak keluarga dan organisasi pers.
  2. Hari Kedua (Mobilisasi Darat & Laut): Puluhan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan menyisir koordinat terakhir sinyal ponsel korban. Namun, rapatnya vegetasi hutan dan gelombang tinggi membatasi pergerakan Search and Rescue Unit (SRU).
  3. Hari Ketiga (Peluncuran Operasi Udara): Helikopter Dauphin AS365 N3+ diterjunkan untuk melakukan pemantauan visual dari udara (visual aerial search) serta menyisir jalur-jalur mikro yang sulit dijangkau.

Analisis Operasional dan Efektivitas Armada Udara

Dalam analisis operasional pencarian dan pertolongan, keputusan menerjunkan helikopter tipe Dauphin merupakan langkah strategis untuk memangkas *blind spot* (titik buta) pada pemetaan geografis Banten yang kompleks. Perpaduan antara kawasan hutan lebat dan semenanjung karang membutuhkan ruang pantau dari ketinggian ideal.

"Pencarian dari udara memberikan keuntungan taktis berupa sudut pandang yang lebih luas dan efisiensi waktu, terutama dalam situasi krusial masa emas (golden hours) penyelamatan korban," ungkap Kepala Kantor SAR Banten dalam keterangannya kepada insan pers di lokasi posko utama.

Berikut adalah perbandingan data kapasitas dan aset yang dikerahkan dalam operasi SAR gabungan kali ini:

Unit Operasional SAR Kekuatan Personel Jangkauan Wilayah Metode Utama Pencarian
Tim Udara (Helikopter Dauphin) 6 Personel Crew 50 Nautical Miles Thermal Imaging & Aerial Visual
Tim Darat (SRU Land) 45 Personel 15 Kilometer Penyisiran Manual & K9 System
Tim Laut (RIB & Perahu Karet) 12 Personel 20 Nautical Miles Penyisiran Garis Pesisir Pantai

Dalam dunia evakuasi darurat, penggunaan alutsista helikopter Dauphin AS365 terbukti mampu meningkatkan tingkat keberhasilan pencarian hingga 40 persen di medan ekstrem. Helikopter ini memiliki kecepatan jelajah hingga 150 knot serta dilengkapi sistem *hoist* untuk melakukan evakuasi medis udara secara langsung jika korban berhasil ditemukan di titik kritis.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan yang melibatkan total lebih dari 60 personel masih terus berpacu dengan waktu. Kendala utama di lapangan adalah tiupan angin kencang yang sering berubah arah, sehingga menuntut kecermatan ekstra dari pilot helikopter saat melakukan manuver terbang rendah (*hovering*) di atas kanopi hutan Banten.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User