Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000

Setelah berminggu-minggu harga anjlok dan membuat peternak merugi, pemerintah akhirnya menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan yang menetapkan harga acua

Jul 12, 2026 - 06:12
0 0
Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000

Setelah berminggu-minggu harga anjlok dan membuat peternak merugi, pemerintah akhirnya menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan yang menetapkan harga acuan di tingkat peternak untuk ayam hidup dan telur ayam ras. Melalui regulasi baru ini, ayam hidup dibanderol Rp19.500 per kilogram dan telur ayam Rp24.000 per kilogram, berlaku efektif sejak hari ini.

Kronologi Anjloknya Harga dan Tekanan Peternak

Selama empat minggu terakhir, harga ayam hidup di tingkat peternak merosot hingga Rp14.000–Rp15.000 per kilogram, jauh di bawah biaya produksi yang rata-rata mencapai Rp18.500 per kilogram. Kondisi serupa dialami telur yang sempat menyentuh Rp20.000 per kilogram. Peternak mandiri di Jawa Tengah dan Jawa Timur bahkan mengaku terpaksa memotong ayam dini atau membiarkan telur menumpuk karena distributor menolak membeli dengan harga wajar.

Keluhan Peternak: "Kami sudah menjerit. Setiap hari rugi puluhan juta. Kalau tidak ada intervensi, tiga minggu lagi banyak kandang tutup total," tegas Sugeng Riyadi, Ketua Gabungan Peternak Ayam Nasional (GAPAN).

Tekanan tersebut mendorong perwakilan peternak berdialog dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Hasilnya adalah penetapan harga acuan yang bersifat wajib bagi seluruh pemotongan, pedagang besar, dan ritel modern. Regulasi ini diikuti dengan sanksi berupa pencabutan izin usaha bagi pelanggar.

Bagaimana Praktik di Pasar Setelah Aturan Terbit?

Pantauan di Pasar Gede Bage, Bandung, dan Pasar Senen, Jakarta, pada hari pertama pemberlakuan menunjukkan respons yang beragam. Harga telur terpantau naik perlahan ke level Rp23.500–Rp24.000 per kilogram, tetapi beberapa pedagang masih menjual ayam potong segar di kisaran Rp32.000 per ekor, belum sepenuhnya mengikuti kenaikan berat hidup.

"Saya sudah dengar aturan baru, tapi konsumen masih tanya kenapa harga naik. Jadi saya sesuaikan pelan-pelan," ujar Ani, pedagang daging ayam di Pasar Senen. Sementara itu, pembeli rumah tangga mengeluhkan penambahan beban belanja di tengah harga pangan lain yang juga tinggi.

Perbandingan Harga Sebelum dan Sesudah Kebijakan

KomoditasHarga Sebelum Acuan (per kg)Harga Acuan Pemerintah (per kg)Kenaikan (%)
Ayam hidup (farm gate)Rp14.500–15.000Rp19.500+30–34%
Telur ayam rasRp20.000–21.000Rp24.000+14–20%
Daging ayam potong (eceran)Rp28.000–30.000Rp35.000 (proyeksi)+17–25%

Analisis sederhana menunjukkan bahwa selisih harga di tingkat peternak dengan biaya produksi kini kembali positif, namun disparitas di tingkat konsumen bisa melebar jika rantai distribusi tidak dikelola ketat. Pemerintah berjanji mengawasi stok ayam cold storage yang dikuasai oleh perusahaan integrator besar agar tidak terjadi penimbunan.

Tantangan dan Harapan

Regulasi harga acuan bukanlah resep baru. Pada 2020, kebijakan serupa pernah diterapkan namun gagal bertahan karena lemahnya pengawasan dan melimpahnya pasokan. Pengamat agribisnis dari IPB University, Dr. Lina Marliana, mengingatkan: "Keberhasilan kali ini bergantung pada pengetatan kuota impor jagung sebagai pakan utama dan sinkronisasi produksi dengan permintaan. Tanpa itu, peternak kecil tetap akan tertekan."

Pemerintah juga menyiapkan program penyerapan telur dan ayam oleh Bulog sebagai penyangga. Skema itu diharapkan mampu menyerap 200 ton ayam beku per bulan dan 500 ton telur selama masa panen raya. Meski begitu, peternak berharap kebijakan ini tidak sekadar menjadi “obat sementara” yang kembali memudar tepat saat momen Idulfitri usai.

[SOCIAL_TWEET]: Harga acuan ayam Rp19.500/kg & telur Rp24.000/kg resmi berlaku hari ini. Peternak lega, konsumen bersiap dengan harga baru. Mampukah aturan ini bertahan? #HargaPangan #PeternakAyam #Telur[SOCIAL_TG]: 📊 Harga acuan resmi: ayam hidup Rp19.500/kg, telur Rp24.000/kg. Sebelumnya anjlok parah. Peternak bisa bernapas, tapi pemantauan masih ketat. Apa kata pasar?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User