Jalan Ambles Sedalam Satu Meter di Kebon Jeruk Akibat Gorong-Gorong Lapuk
Jalanan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tiba-tiba ambles membentuk lubang sedalam sekitar satu meter pada Selasa pagi. Kejadian yang sontak membuat
Jalanan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tiba-tiba ambles membentuk lubang sedalam sekitar satu meter pada Selasa pagi. Kejadian yang sontak membuat panik warga tersebut dipicu oleh gorong-gorong tua di bawah aspal yang lapuk termakan usia.
Kronologi: Amblesnya Aspal di Tengah Permukiman Padat
Menurut saksi mata, retakan kecil pada permukaan jalan mulai terlihat sekitar pukul 07.30 WIB. Tidak sampai satu jam kemudian, tanah di bawahnya longsor mengikuti saluran air yang keropos. "Saya lewat jam tujuh masih biasa saja, tiba-tiba jam delapan sudah ada lubang besar. Air dari gorong-gorong kelihatan mengalir deras di bawahnya," ujar Iwan, seorang penjual bakso keliling yang kerap melintasi jalan tersebut.
Analisis Ahli: "Gorong-gorong di wilayah itu memang sudah berusia lebih dari 30 tahun. Material bata dan beton tanpa perawatan rutin mudah tererosi air tanah, terutama saat musim hujan. Ini bukan kejadian yang mengejutkan," kata Andi Purwono, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti.
Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta langsung menutup total akses jalan sepanjang 50 meter di kedua sisi lubang. Sebuah alat berat dikerahkan untuk mengeruk lapisan aspal yang masih menggantung. Tidak ada korban jiwa, namun dua kendaraan yang terparkir di dekat lokasi nyaris terseret longsor susulan.
Mengapa Jalan di Jakarta Kerap Ambles?
Fenomena jalan ambles bukan kali ini saja terjadi. Data Dinas Sumber Daya Air DKI mencatat sepanjang 2023–2024 terdapat 17 kasus jalan ambles yang terkait langsung dengan kerusakan prasarana bawah tanah. Berikut faktor-faktor utamanya:
- Usia infrastruktur tua: Banyak gorong-gorong peninggalan era 1980-an masih digunakan tanpa diperkuat.
- Minimnya pemeliharaan berkala: Anggaran inspeksi rutin terbatas, hanya dilakukan jika ada laporan warga.
- Debit air hujan tidak tertampung: Saluran yang tersumbat sampah mempercepat pengikisan fondasi jalan.
- Pembangunan di atas tanah rawan amblas: Sebagian besar wilayah Jakarta Barat berada di atas tanah aluvial yang lunak.
Pemprov DKI sendiri mengakui adanya 3.000 titik jalan yang rawan kerusakan serupa berdasarkan pemetaan berbasis citra satelit termal yang dilakukan pada awal tahun. Titik-titik itu tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.
Respons Pemprov dan Target Perbaikan
Kepala Dinas Bina Marga menyatakan perbaikan darurat gorong-gorong di Kebon Jeruk akan memakan waktu 14 hari kerja. Selama masa perbaikan, pengalihan arus lalu lintas diterapkan melalui Jalan Panjang dan Jalan Arjuna. Selain itu, Dinas Sumber Daya Air akan melakukan “sonic scanning” di radius 500 meter dari lokasi untuk mendeteksi rongga di bawah permukaan.
Gubernur DKI Jakarta dalam keterangan persnya menyatakan akan menganggarkan Rp200 miliar pada APBD perubahan untuk program “Jakarta Bawah Tanah Sehat” yang mencakup rehabilitasi 120 km gorong-gorong dan pemasangan sensor pemantau retakan. Namun, anggaran tersebut baru bisa direalisasikan pada triwulan ketiga tahun depan.
[SOCIAL_TWEET]: Jalan di Kebon Jeruk ambles sedalam satu meter gegara gorong-gorong lapuk. Pemprov janjikan perbaikan 14 hari dan Rp200 M untuk program bawah tanah. #JalanAmbles #InfrastrukturJakarta #DaruratSipil[SOCIAL_TG]: 🚨 Jalan di Kebon Jeruk ambles! Gorong-gorong usia 30 tahun penyebabnya. Perbaikan 14 hari, tetapi 3.000 titik lain masih rawan. Waspada!
Comments (0)