Pemerintah Mau Uji Coba Bioetanol E20, Ajak Produsen Mobil

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong percepatan pemanfaatan bahan bakar nabati dengan mengajak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk melaksa

Jul 08, 2026 - 00:48
0 0
Pemerintah Mau Uji Coba Bioetanol E20, Ajak Produsen Mobil

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong percepatan pemanfaatan bahan bakar nabati dengan mengajak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk melaksanakan uji coba langsung campuran bioetanol 20 persen dalam bensin, atau yang dikenal dengan istilah E20. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) dan menekan emisi karbon di sektor transportasi. Berdasarkan peta jalan yang telah disusun, mandatori pencampuran E20 direncanakan berlaku penuh pada tahun 2028.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengonfirmasi permintaan tersebut kepada media. Ia menyebut uji jalan atau road test perlu segera dilakukan guna memastikan performa mesin kendaraan serta kesiapan infrastruktur pengisian bahan bakar. "Saya sedang minta asosiasi untuk ayo kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh. Kamu janji ya, ayo kita secepatnya E20 uji road test-nya," ujar Eniya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/6/2026), sebagaimana dilaporkan oleh tim media kami.

Perkuat Ketahanan Energi

Langkah uji coba E20 ini tak lepas dari ambisi pemerintah untuk memangkas volume impor BBM secara progresif. Dengan mencampurkan 20 persen bioetanol ke dalam bensin, konsumsi bensin murni dapat dikurangi secara signifikan, sekaligus menciptakan pasar domestik bagi produsen etanol lokal. Indonesia memiliki potensi bahan baku etanol yang melimpah, mulai dari tebu, jagung, hingga singkong. Namun, realisasi produksi dalam skala besar masih memerlukan dukungan investasi di sektor pertanian dan kilang pengolahan, serta insentif harga yang kompetitif agar produsen tertarik memasok ke sektor energi.

Respons Gaikondo dan Prospek Implementasi

Gaikondo sebagai wadah industri otomotif di Indonesia diharapkan dapat berperan aktif dalam pengujian ini, mengingat kompatibilitas mesin kendaraan terhadap kadar etanol tinggi menjadi kunci sukses program. Beberapa pabrikan global sebenarnya telah merilis kendaraan fleksibel bahan bakar (flexible fuel vehicle) yang mampu menggunakan campuran etanol hingga E85, tetapi mayoritas kendaraan di Indonesia masih perlu penyesuaian. Uji jalan akan mengukur dampak terhadap emisi, konsumsi bahan bakar, dan keawetan komponen mesin, sehingga regulasi turunan bisa disusun berbasis data lokal.

Program mandatori bioetanol sendiri telah dimulai dengan uji coba E5 dan E10 di beberapa wilayah, meskipun implementasinya belum merata akibat kendala distribusi dan pasokan. Dengan percepatan E20, pemerintah berharap dapat menarik lebih banyak investasi di industri bioetanol dan secara bertahap mentransformasi sektor transportasi menuju energi bersih. Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa setiap kenaikan 5 persen mandatori bioetanol berpotensi mengurangi impor bensin hingga 20 juta barel per tahun, tergantung tingkat konsumsi nasional. Pengujian ini juga menjadi sinyal bagi pelaku usaha bahwa transisi energi bukan sekadar wacana, melainkan sudah memasuki tahap eksekusi.

Laporan kami dari Kantor Kementerian ESDM mengindikasikan jadwal road test akan disusun dalam beberapa pekan mendatang bersama tim teknis Gaikondo dan badan usaha terkait, sehingga hasilnya bisa menjadi dasar revisi spesifikasi bahan bakar nasional 2028.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User