Pemain Ketoprak Bantul Meninggal Saat Pentas, Jantung Henti
BREAKING — BARU SAJA: Seorang seniman ketoprak di Bantul meninggal dunia di atas panggung. Ia jatuh saat memainkan adegan gandrung di tengah pertunjukan.Peristiwa itu terjadi di halaman rumah warga ...
BREAKING — BARU SAJA: Seorang seniman ketoprak di Bantul meninggal dunia di atas panggung. Ia jatuh saat memainkan adegan gandrung di tengah pertunjukan.
Peristiwa itu terjadi di halaman rumah warga di Dusun Petung RT 03, Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Pentas digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan, Selasa dini hari (18/8) sekitar pukul 00.00 WIB.
Kabar duka ini mencuat setelah sebuah video kejadian beredar luas di media sosial. Rekaman itu memancing reaksi publik dan menjadi perbincangan hangat warganet.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengonfirmasi korban meninggal dunia setelah tiba-tiba roboh saat masih berada di atas panggung.
Identitas Korban
Korban diketahui bernama Sarjiyono alias Mbetut, pria berusia 62 tahun. Ia beralamat di Tamantirto, Kapanewon Kasihan.
Dalam pentas itu, Sarjiyono tampil sebagai panjak. Ia menjadi bagian dari pementasan lakon berjudul "Ontran-Ontran Kademangan Dadapan".
Saat kejadian, korban tengah membawakan adegan gandrung. Adegan itu sempat berjalan normal seperti biasanya. Namun, di tengah pertunjukan, korban mendadak roboh dalam posisi tertelungkup.
Kejadian berlangsung sangat cepat. Para penonton dan rekan satu panggung sempat terkejut melihat tubuh korban ambruk tanpa aba-aba.
Dikira Bagian dari Akting
Momen jatuhnya korban sempat dianggap sebagai bagian dari alur cerita. Lawan main di panggung mengira Sarjiyono sedang memperagakan adegan sesuai lakon.
Namun, kecurigaan muncul setelah korban tidak kunjung bangun. Rekan-rekannya lalu mencoba membangunkan Sarjiyono. Upaya itu tidak membuahkan hasil.
Korban diketahui tidak memberikan respons sama sekali. Kondisinya saat itu sudah tidak sadarkan diri. Rekan satu panggung sempat menyangka insiden itu bagian dari skenario, ujar pihak kepolisian.
Setelah dipastikan tidak sadarkan diri, korban segera dievakuasi. Sarjiyono dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans dalam kondisi darurat.
Tim medis di rumah sakit langsung memberikan penanganan. Namun, usaha penyelamatan tidak berhasil. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.34 WIB. Artinya, hanya sekitar 34 menit setelah ia roboh di panggung.
Kronologi Singkat
- Pentas digelar sebagai bagian perayaan kemerdekaan di kampung.
- Korban tampil sebagai panjak dalam lakon "Ontran-Ontran Kademangan Dadapan".
- Roboh tertelungkup saat membawakan adegan gandrung.
- Rekan panggung sempat mengira korban sedang berakting.
- Korban tak sadarkan diri lalu dievakuasi dengan ambulans.
- Dinyatakan meninggal dunia pukul 00.34 WIB.
Fakta Kunci
- Korban: Sarjiyono alias Mbetut (62), warga Tamantirto, Kasihan.
- Lokasi: Halaman rumah warga, Dusun Petung RT 03, Bangunjiwo, Bantul.
- Waktu: Selasa dini hari (18/8) sekitar pukul 00.00 WIB.
- Penyebab: Henti jantung berdasarkan pemeriksaan medis.
- Riwayat: Keluarga menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung.
- Status: Tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan.
Hasil Pemeriksaan Medis
Berdasarkan pemeriksaan medis, penyebab kematian dipastikan karena henti jantung. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.
Pihak keluarga juga memberikan keterangan penting. Mereka menyebut Sarjiyono memang memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.
Polres Bantul memastikan peristiwa ini murni kematian secara medis. Tidak ada unsur pidana yang ditemukan dalam kejadian tersebut.
Petugas telah mendata dan mengonfirmasi seluruh keterangan, termasuk dari saksi mata di lokasi. Proses evakuasi dan penanganan jenazah berjalan lancar.
Duka dan Imbauan
Warga sekitar mengaku terkejut dengan musibah itu. Acara yang seharusnya meriah berakhir dengan duka mendalam bagi keluarga dan rekan seniman.
Rekan seprofesi kehilangan salah satu panjak andalan di kawasan Kasihan. Sarjiyono dikenal sebagai sosok yang kerap tampil di berbagai pementasan ketoprak.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para seniman dan penyelenggara acara. Kesehatan para pemain harus menjadi perhatian utama, terlebih bagi yang memiliki riwayat penyakit.
Pihak kepolisian mengimbau penyelenggara pentas untuk lebih siaga. Ketersediaan petugas medis dan perlengkapan darurat di lokasi acara dinilai sangat penting.
Keluarga korban kini tengah mempersiapkan prosesi pemakaman. Mereka berharap musibah ini diterima dengan ikhlas.
Perkembangan lebih lanjut mengenai kejadian ini akan terus diupdate. Masyarakat diminta tidak menyebarkan video tanpa konteks agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Comments (0)