Sep 17, 2026
Nasional

Pelindo Gandeng PT IJO Kaji Pemanfaatan Rumput Laut di Sumbawa Barat

Hamparan pesisir Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, menyimpan potensi maritim yang sangat melimpah. Di balik jernihnya air laut pesisir NTB, rum

Pelindo Gandeng PT IJO Kaji Pemanfaatan Rumput Laut di Sumbawa Barat

Hamparan pesisir Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, menyimpan potensi maritim yang sangat melimpah. Di balik jernihnya air laut pesisir NTB, rumput laut kini tidak lagi dipandang sekadar komoditas mentah untuk diekspor, melainkan menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan keberlanjutan sektor pertanian nasional. Langkah nyata tengah dirintis oleh BUMN pengelola pelabuhan untuk mengoptimalkan kekayaan bahari tersebut demi mendukung ketahanan pangan lokal.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo secara resmi menjalin kolaborasi strategis bersama PT IJO Inovasi Indonesia untuk mengkaji dan mengembangkan pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku sektor pertanian di wilayah Sumbawa Barat. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen nyata perseroan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi hijau berbasis kerakyatan.

Inovasi Hijau: Menghubungkan Sektor Bahari dan Pertanian

Riset komprehensif yang tengah dijalankan bertujuan untuk mengolah rumput laut menjadi bio-stimulan dan pupuk organik berkualitas tinggi. Selama ini, para petani di Sumbawa Barat kerap berhadapan dengan masalah tingginya harga pupuk kimia serta penurunan kualitas tanah akibat pemakaian bahan anorganik secara terus-menerus. Ekstrak rumput laut diketahui kaya akan unsur hara makro dan mikro, hormon pertumbuhan alami, serta senyawa aktif yang mampu memulihkan struktur tanah.

Pihak peneliti menyambut baik adanya riset bersama ini karena dapat menjadi solusi ganda bagi sektor pertanian dan kelautan. "Inovasi berbasis komoditas bahari ini tidak hanya bertugas menggantikan pupuk kimia, tetapi juga memulihkan ekosistem tanah yang terdegradasi secara alami," ungkap peneliti yang terlibat dalam proyek pengkajian tersebut.

"Sinergi antara sektor kepelabuhanan dan inovasi bioteknologi ini adalah bukti nyata bahwa potensi laut Indonesia bisa menjadi solusi atas tantangan pertanian di darat. Kami ingin memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir dan petani berjalan selaras," tegas manajemen Pelindo.

Dampak Sosio-Ekonomi bagi Pesisir Sumbawa Barat

Implementasi program pemanfaatan rumput laut ini diproyeksikan memberi dampak ekonomi berganda (*multiplier effect*) yang signifikan bagi masyarakat Sumbawa Barat. Para pembudidaya rumput laut akan memiliki kepastian penyerapan hasil panen dengan harga yang lebih stabil. Di sisi lain, para petani tanaman pangan dan hortikultura akan mendapatkan akses terhadap pembenah tanah alami yang ramah lingkungan dan lebih efisien.

Berikut adalah analisis perbandingan antara penggunaan pupuk kimia konvensional dengan pupuk berbahan dasar rumput laut:

Parameter Pupuk Kimia Konvensional Pupuk Berbasis Rumput Laut
Dampak Lingkungan Berpotensi merusak struktur tanah dan mencemari air Ramah lingkungan, meningkatkan mikroorganisme tanah
Kandungan Nutrisi Bahan sintetis murni (NPK terisolasi) Kaya akan hormon alami (auksin/sitokinin) & hara mikro
Keberlanjutan Ekonomi Rentan fluktuasi harga bahan baku impor Memberdayakan ekosistem pembudidaya lokal

Komitmen Pelindo dalam Transformasi Berkelanjutan

Sebagai pengelola gerbang logistik maritim nasional, Pelindo terus memperluas peran sosialnya melebihi aktivitas operasional pelabuhan semata. Integrasi antara rantai pasok maritim dan pemberdayaan masyarakat di Sumbawa Barat ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan (*pilot project*) yang kelak bisa diterapkan di wilayah pesisir Indonesia lainnya.

Tahapan awal dari kajian ini mencakup pemetaan potensi produksi rumput laut lokal, uji laboratorium terhadap kandungan nutrisi, hingga uji coba aplikasi pada lahan pertanian warga secara terbatas. Manajemen Pelindo optimistis bahwa hasil riset ini siap diimplementasikan secara komersial dan berkelanjutan dalam waktu dekat, menciptakan nilai tambah bagi komoditas lokal.

Melalui langkah inovatif ini, pemanfaatan rumput laut diharapkan mampu menekan biaya produksi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen masyarakat secara signifikan. "Kesejahteraan masyarakat pesisir dan kemandirian petani adalah prioritas utama dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh," tutup pihak Pelindo.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User