Sep 30, 2026
Nasional

Paus Leo XIV Berdoa di Gua Lourdes untuk Perdamaian Dunia

LOURDES, PRANCIS — Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, mengunjungi salah satu situs ziarah paling sakral di Eropa, Gua Massabielle di

Paus Leo XIV Berdoa di Gua Lourdes untuk Perdamaian Dunia

LOURDES, PRANCIS — Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, mengunjungi salah satu situs ziarah paling sakral di Eropa, Gua Massabielle di Lourdes, Prancis, pada Sabtu (26/9). Dalam kunjungan yang berlangsung khidmat tersebut, Bapa Suci memanjatkan doa khusus untuk perdamaian dunia yang tengah dilanda berbagai konflik bersenjata berkepanjangan.

Momen ini menjadi salah satu titik paling emosional dalam rangkaian lawatan apostolik Paus ke Prancis. Gua Lourdes, tempat di mana Santa Bernadette Soubirous diklaim melihat penampakan Bunda Maria pada 1858, menjadi simbol harapan bagi jutaan umat Katolik di seluruh dunia. Kehadiran Paus Leo XIV di lokasi ini tidak sekadar ritual keagamaan, melainkan juga pesan politik-spiritual yang kuat di tengah situasi global yang memanas.

Menurut laporan Vatikan, Paus tiba di area gua sekitar pukul 09.00 waktu setempat dengan pengawalan ketat. Ia tampak mengenakan jubah putih lengkap dan didampingi sejumlah uskup serta kardinal dari Konferensi Waligereja Prancis. Tanpa banyak bicara, Paus langsung menuju altar sederhana yang didirikan di depan celah batu gua. Di sana, ia berlutut, menundukkan kepala, dan memanjatkan doa hening selama kurang lebih 15 menit.

Simbolisme Lourdes dan Diplomasi Perdamaian Vatikan

Pemilihan Lourdes sebagai lokasi doa perdamaian bukan tanpa alasan. Secara historis, situs ini telah lama dikaitkan dengan mukjizat penyembuhan dan rekonsiliasi. Vatikan tampaknya ingin memanfaatkan simbolisme tersebut untuk menyampaikan pesan bahwa perdamaian sejati membutuhkan kesembuhan luka batin antar bangsa.

"Lourdes adalah tempat di mana manusia berjumpa dengan kerendahan hati ilahi. Dari tempat ini, Paus ingin mengirimkan pesan bahwa perang bukanlah jalan keluar, melainkan kehancuran peradaban," ujar seorang analis Vatikan yang enggan disebutkan namanya kepada media.

Dalam homili singkatnya, Paus Leo XIV menyinggung situasi di beberapa wilayah konflik tanpa menyebut nama negara secara eksplisit. Ia menggunakan frasa "darah orang tak bersalah yang terus mengalir di tanah yang seharusnya subur" sebagai sindiran halus terhadap eskalasi kekerasan di Timur Tengah dan Eropa Timur.

  1. Pukul 09.00 — Paus tiba di area Gua Massabielle dengan pengawalan keamanan berlapis.
  2. Pukul 09.15 — Paus berlutut di altar depan gua, memanjatkan doa hening selama 15 menit.
  3. Pukul 09.35 — Paus menyalakan lilin perdamaian dan meletakkannya di relung batu.
  4. Pukul 10.00 — Paus memimpin doa Angelus bersama ribuan umat yang hadir.
  5. Pukul 11.00 — Paus meninggalkan lokasi menuju pertemuan dengan para uskup Prancis.

Reaksi Umat dan Dampak Global

Ribuan umat yang telah berkemah sejak dini hari menyambut kedatangan Paus dengan tangis haru. Beberapa dari mereka mengaku datang dari Spanyol, Italia, dan bahkan Amerika Latin hanya untuk menyaksikan momen ini. Lebih dari 20.000 orang dilaporkan memadati area ziarah dan sekitarnya, menurut data kepolisian setempat.

AspekData
LokasiGua Massabielle, Lourdes, Prancis
TanggalSabtu, 26 September
Perkiraan Jumlah Umat20.000+ orang
Durasi Doa Hening15 menit
Negara Asal UmatPrancis, Spanyol, Italia, Amerika Latin

Pengamat hubungan internasional menilai kunjungan ini bisa menjadi instrumen diplomasi lunak Vatikan yang efektif. Di tengah kebuntuan dialog politik antar negara besar, suara moral Paus sering kali menjadi satu-satunya yang didengar oleh semua pihak.

"Ketika senjata berbicara, tidak ada pemenang. Yang ada hanyalah ibu-ibu yang kehilangan anak, dan anak-anak yang kehilangan masa depan. Dari Lourdes, saya memohon: hentikan perang, bukalah pintu dialog." — Paus Leo XIV

Kunjungan ke Lourdes ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan Paus ke Prancis yang mencakup pertemuan dengan Presiden Prancis, dialog antar-agama di Paris, serta misa akbar di Stadion Stade de France. Namun bagi banyak umat, momen di Gua Lourdes tetap menjadi puncak spiritual dari seluruh perjalanan.

Setelah doa di Lourdes, Paus Leo XIV dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Roma pada Minggu (27/9) untuk mempersiapkan Sinode Uskup tentang perdamaian dan keadilan sosial. Vatikan belum memberikan keterangan resmi apakah Paus akan mengeluarkan ensiklik baru terkait perdamaian dalam waktu dekat.

Paus Leo XIV berlutut di Gua Massabielle, Lourdes, Prancis, memanjatkan doa hening selama 15 menit untuk perdamaian dunia. Lebih dari 20.000 umat hadir dalam momen khidmat ini. Simak laporan lengkapnya di Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User