Sep 17, 2026
Nasional

Pasokan Berkurang, Harga Cabai Rawit Tembus Rp90.000 per Kilogram

Lonjakan harga komoditas pangan kembali memicu kekhawatiran masyarakat di berbagai daerah. Harga komoditas cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional

Pasokan Berkurang, Harga Cabai Rawit Tembus Rp90.000 per Kilogram

Lonjakan harga komoditas pangan kembali memicu kekhawatiran masyarakat di berbagai daerah. Harga komoditas cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional dilaporkan melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp90.000 per kilogram. Kenaikan tajam ini dipicu oleh anomali cuaca ekstrem serta menipisnya pasokan dari daerah sentra produksi utama di Pulau Jawa dan Sumatera.

Kondisi tersebut membuat para pedagang eceran terpaksa memangkas volume kulakan harian demi menghindari kerugian akibat komoditas yang membusuk karena daya beli konsumen yang menurun.

Kronologi dan Rantai Pemicu Lonjakan Harga

Kenaikan harga cabai rawit berlangsung bertahap dalam kurun waktu tiga pekan terakhir sebelum akhirnya menembus level tertinggi pada pekan ini. Berikut tahapan perkembangan pergerakan harga komoditas pedas tersebut di tingkat pasar induk hingga pengecer:

  1. Awal Bulan: Gangguan cuaca berupa curah hujan tinggi memicu serangan hama patek dan penyakit busuk batang pada tanaman cabai di sentra pertanian seperti Kediri, Blitar, dan Temanggung.
  2. Pertengahan Bulan: Hasil panen petani merosot hingga 40-50 persen, memicu perebutan pasokan di tingkat tengkulak dan menyebabkan harga grosir di pasar induk melonjak ke kisaran Rp70.000 per kilogram.
  3. Pekan Ini: Keterbatasan stok di tingkat distributor merembet ke pasar tradisional perkotaan, mengerek harga jual eceran mencapai Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram.

Keluhan Pedagang dan Beban Pelaku Usaha Kuliner

Kenaikan harga yang kian tak terkendali ini memukul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pengusaha warung makan dan kuliner serba pedas yang menggantungkan bahan baku utama pada cabai rawit segar.

"Kami serba salah. Mau menaikkan harga makanan takut pembeli kabur, tapi kalau porsi sambal dikurangi pelanggan banyak yang komplain. Sementara modal untuk belanja cabai saja sudah naik lebih dari dua kali lipat dibanding kondisi normal," ujar Supriyadi, pemilik warung makan di kawasan Jakarta Timur.

Senada dengan pengusaha kuliner, para pedagang sayur di pasar tradisional mengaku omzet harian mereka menyusut signifikan karena masyarakat beralih membeli dalam porsi minimal atau mencampurnya dengan cabai jenis lain.

Langkah Intervensi Stabilisasi Pasokan Pangan

Guna menahan laju inflasi volatile food yang dipicu oleh komoditas hortikultura, Badan Pangan Nasional bersama pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi strategis:

  • Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP): Pemerintah menyubsidi biaya transportasi logistik untuk memindahkan stok cabai dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami defisit pasokan.
  • Operasi Pasar Murah: Menggelar bazar pangan murah di titik-titik padat penduduk dengan menjual cabai rawit merah bersubsidi seharga Rp55.000–Rp60.000 per kilogram.
  • Penguatan Kerja Sama Antar-Daerah (KAD): Membuka jalur pasokan alternatif langsung dari kelompok tani di luar Pulau Jawa guna mempercepat pemulihan stok pasar.

Pengamat ekonomi pertanian memperkirakan fluktuasi harga cabai masih berpotensi bertahan hingga masa panen raya berikutnya tiba, asalkan distribusi logistik antarpulau dapat dijaga secara konsisten tanpa hambatan cuaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User