PAN: Rencana Kaesang Maju Pileg di Dapil Puan Hak Politik Normal

JAKARTA — Partai Amanat Nasional memberikan tanggapan resmi terkait rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang akan ikut serta dalam kontestasi Pemilu Legislatif 202...

Jul 28, 2026 - 03:58
0 0
PAN: Rencana Kaesang Maju Pileg di Dapil Puan Hak Politik Normal

JAKARTA — Partai Amanat Nasional memberikan tanggapan resmi terkait rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang akan ikut serta dalam kontestasi Pemilu Legislatif 2029. Wakil Ketua Umum PAN Saleh Daulay menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan sesuatu yang normal dan wajar dalam sistem demokrasi Indonesia.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak politik yang dijamin undang-undang untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Tidak ada alasan untuk mempersoalkan niat Kaesang—yang juga merupakan putra bungsu Presiden Joko Widodo—untuk terjun ke gelanggang politik praktis. “Ini hak politik, normal saja. Siapa pun boleh maju, tidak ada yang spesial atau perlu diributkan,” demikian inti pernyataan Saleh Daulay dalam sebuah kesempatan.

Hak Politik Tanpa Diskriminasi

Pernyataan PAN ini menekankan bahwa demokrasi memberikan ruang yang setara bagi seluruh warga negara. Kaesang Pangarep, meski memiliki latar belakang keluarga tokoh nasional, tetap berstatus warga negara biasa yang memiliki hak dipilih. Tidak ada aturan yang melarang keluarga presiden atau tokoh politik untuk ikut berkontestasi.

Saleh Daulay juga mengingatkan bahwa politik Indonesia kerap diwarnai oleh dinasti atau relasi keluarga, namun hal itu tidak mengurangi esensi hak konstitusional. “Yang terpenting adalah mekanisme pencalonan yang terbuka dan kompetitif. Masyarakat yang akan menilai,” ujarnya.

Dapil Puan Maharani Jadi Arena Potensial

Menariknya, Kaesang disebut-sebut akan bertarung di daerah pemilihan yang selama ini menjadi basis Puan Maharani, Ketua DPP PDIP dan Ketua DPR RI. Dapil tersebut dikenal sebagai lumbung suara PDIP, sehingga kehadiran Kaesang—apalagi dengan dukungan PSI dan potensi mesin politik yang dimilikinya—dapat mengubah peta persaingan.

Meski demikian, PAN tidak melihat langkah Kaesang sebagai ancaman atau manuver politik yang tidak sehat. “Kompetisi di dapil itu biasa. Semua partai pasti mencalonkan kader terbaiknya. Kalau Kaesang masuk, itu hanya bagian dari dinamika demokrasi,” kata Saleh Daulay menambahkan.

Sikap Terbuka dan Imbauan Etika Politik

Di sisi lain, PAN juga mengimbau agar semua pihak tetap memegang teguh etika dan aturan main. Proses pemilu harus dijalankan dengan jujur dan adil. Kehadiran figur seperti Kaesang diharapkan tidak memicu polarasi atau gesekan yang tidak produktif.

“Kami percaya rakyat sudah cerdas. Mereka akan memilih berdasarkan rekam jejak dan program, bukan karena nama besar semata. Tapi kami tetap mendorong agar kontestasi dijalankan dengan sportif dan bermartabat,” tutup Saleh Daulay.

Rencana Kaesang ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan menjelang Pemilu 2029. Publik menanti perkembangan lebih lanjut dari PSI dan sikap resmi partai-partai lain, termasuk PDIP yang hingga kini belum memberikan tanggapan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User