Sep 17, 2026
Nasional

PALANGKA RAYA — Mahasiswa UPR Ciptakan Bedak Dingin dari Kayu Tumih

Di tengah maraknya tren produk perawatan kulit berbasis bahan sintetis, sekelompok mahasiswa kreatif dari Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tenga

PALANGKA RAYA — Mahasiswa UPR Ciptakan Bedak Dingin dari Kayu Tumih

Di tengah maraknya tren produk perawatan kulit berbasis bahan sintetis, sekelompok mahasiswa kreatif dari Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, justru berpaling pada kekayaan hayati tanah kelahiran mereka. Berbekal kearifan lokal dan semangat riset ilmiah, mereka berhasil menyulap limbah arang aktif kayu tumih menjadi produk kosmetik tradisional bernilai tinggi: bedak dingin herbal anti-jerawat dan pemurni kulit wajah.

Kayu tumih (Combretocarpus rotundatus), tumbuhan khas yang banyak ditemukan di kawasan hutan lahan gambut Kalimantan Tengah, selama ini lebih dikenal masyarakat setempat sebagai bahan bakar arang konvensional atau material bangunan sederhana. Namun, di tangan para mahasiswa UPR ini, potensi tanaman endemik tersebut dieksplorasi secara mendalam hingga menemukan khasiat tersembunyi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan estetika kulit.

Inovasi Berbasis Kekayaan Gambut Kalimantan

Proses formulasi bedak dingin berbahan arang aktif ini membutuhkan ketelitian laboratorium yang tinggi. Kayu tumih terlebih dahulu diolah melalui proses karbonisasi terkontrol dan aktivasi fisika-kimia untuk menghasilkan arang aktif dengan pori-pori mikroskopis berdaya serap tinggi. Arang aktif murni tersebut kemudian dikombinasikan secara presisi dengan pati beras alami serta ekstrak bahan pendukung lainnya guna menciptakan formulasi bedak dingin yang lembut di kulit.

"Kami melihat kekayaan alam gambut Kalimantan Tengah sangat berlimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada komoditas mentah bernilai ekonomis rendah. Melalui riset ini, kami membuktikan bahwa arang aktif kayu tumih memiliki daya serap kotoran dan racun yang luar biasa untuk memurnikan kulit wajah," ungkap salah satu tim peneliti mahasiswa UPR.

Secara saintifik, arang aktif dari kayu tumih terbukti memiliki struktur pori yang efisien dalam mengikat kelebihan minyak (sebum), menangkal radikal bebas akibat polusi udara, serta meredakan peradangan akibat jerawat. Keberhasilan inovasi ini membuktikan bahwa riset mahasiswa berbasis lokal mampu menghasilkan produk kecantikan hijau yang siap bersaing di industri kosmetik nasional.

Keunggulan Formula Bedak Dingin Arang Tumih

Penggunaan bedak dingin merupakan bagian penting dari tradisi kecantikan Nusantara yang diwariskan secara turun-temurun. Kehadiran varian modern berbahan dasar arang kayu tumih memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan formulasi tradisional biasa. Berikut adalah gambaran perbandingan efektivitas bedak dingin arang tumih:

Kriteria Analisis Bedak Dingin Konvensional Bedak Dingin Arang Kayu Tumih UPR
Bahan Utama Pati beras dan ekstrak bunga mawar/melati Pati beras & arang aktif kayu tumih murni
Kapasitas Absorpsi Minyak Sedang Sangat Tinggi (Deep Pore Cleansing)
Manfaat Utama Mendinginkan & menyegarkan kulit Detoksifikasi, cegah jerawat & mendinginkan
Perlindungan Polutan Terbatas Efektif mengikat mikro-partikel polusi

Inovasi kosmetik ini sangat relevan dengan kebutuhan konsumen modern yang kini kian menggandrungi konsep clean beauty dan produk ramah lingkungan. Bedak dingin ini diracik 100% dari bahan alami tanpa tambahan aditif sintetis berbahaya, sehingga dinilai sangat aman digunakan oleh beragam tipe kulit, termasuk pemilik kulit sensitif.

Peluang Komersialisasi dan Dampak Lingkungan

Karya inovatif ini tidak berhenti sebatas riset di atas kertas akademis. Tim mahasiswa Universitas Palangka Raya tengah mempersiapkan langkah lanjutan agar inovasi bedak dingin herbal ini dapat diproduksi secara massal dan masuk ke pasar komersial. Upaya ini diharapkan dapat mendorong bertumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi daerah Kalimantan Tengah.

"Langkah kami selanjutnya adalah penyempurnaan uji klinis, pengajuan hak kekayaan intelektual, serta sertifikasi BPOM dan Halal. Kami optimistis kosmetik herbal berbasis potensi lokal gambut ini memiliki pangsa pasar yang kuat," ujar dosen pembimbing riset UPR.

Di samping manfaat ekonomis, pemanfaatan kayu tumih secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan gambut. Dengan meningkatkan nilai ekonomis flora lokal, masyarakat terdorong untuk melestarikan ekosistem gambut dari ancaman kebakaran hutan dan pembentukan lahan liar. Langkah inovatif dari ruang laboratorium UPR ini menunjukkan komitmen nyata generasi muda dalam memadukan kearifan lokal, sains, dan kelestarian lingkungan demi masa depan industri kecantikan tanah air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User