Pakistan Kembali Gempur Wilayah Timur Afghanistan, 36 Warga Sipil Tewas

Ketegangan di perbatasan Asia Selatan kembali memanas. Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Afghanistan bagian timur pada Kamis dini hari waktu setempat. Berdasarkan laporan yan

Jul 07, 2026 - 23:29
0 0
Pakistan Kembali Gempur Wilayah Timur Afghanistan, 36 Warga Sipil Tewas

Ketegangan di perbatasan Asia Selatan kembali memanas. Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Afghanistan bagian timur pada Kamis dini hari waktu setempat. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sedikitnya 36 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang digambarkan sebagai salah satu eskalasi paling mematikan sepanjang tahun ini.

Klaim Penargetan Militan, Kenyataan Korban Sipil

Militer Islamabad mengeklaim operasi tersebut menyasar kelompok militan yang disebut bertanggung jawab atas serangan berdarah di Karachi pada akhir pekan lalu. Namun, otoritas Afghanistan yang kini dikuasai Taliban dengan tegas membantah narasi itu. Mereka menyebut seluruh korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak yang rumahnya hancur akibat bombardir lintas batas ini.

"Ledakan menggetarkan seluruh lembah sebelum subuh. Kami mendapati puluhan jasad terkubur reruntuhan tanah liat. Tidak ada satu pun orang bersenjata di pemukiman kami," tutur seorang saksi mata dari distrik Spera, provinsi Khost, kepada media kami melalui sambungan telepon yang terputus-putus.

Luka Lama yang Tak Kunjung Sembuh

Serangan ini menambah daftar panjang pertikaian berdarah antara Pakistan dan Afghanistan. Hubungan kedua negara bertetangga itu kian memburuk sejak Taliban merebut kendali Kabul pada Agustus 2021. Islamabad menuduh otoritas de facto Afghanistan melindungi dan bahkan memfasilitasi Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok separatis yang bertanggung jawab atas rangkaian aksi teror di wilayah Pakistan.

Pihak Taliban Afghanistan berulang kali menampik tuduhan tersebut dan menilai serangan Pakistan sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan yang tak dapat dibenarkan. Konfrontasi bersenjata sempat pecah hebat pada Februari tahun ini, ketika pasukan kedua negara terlibat baku tembak dan artileri di sepanjang Garis Durand selama dua pekan, memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kementerian Pertahanan Afghanistan dalam pernyataan resmi mengecam keras tindakan sepihak Pakistan. Mereka menyebut pengeboman ini sebagai kejahatan perang dan menjanjikan "respons yang pantas", meskipun belum memerinci bentuk balasan yang disiapkan. Di saat bersamaan, tim penyelamat di lapangan terus berjibaku menarik korban luka dari puing-puing, khawatir jumlah korban tewas akan terus bertambah seiring upaya evakuasi yang berjalan lambat akibat medan terjal.

Pengamat kawasan menilai siklus kekerasan ini dapat memicu instabilitas baru yang melumpuhkan upaya perdamaian multilateral. Jalur perbatasan yang disengketakan sepanjang 2.600 kilometer itu semakin rawan menjadi panggung konflik terbuka, sambil menyisakan penderitaan bagi warga sipil yang terjepit di tengah permusuhan permanen kedua negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User