Pakar Ekonomi UGM Dukung Kortas Tipikor Polri Usut Tuntas Pelaku Korupsi Batu Bara
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dug
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi terkait pemenuhan pasokan batu bara yang berujung pada pemadaman listrik atau blackout di sejumlah wilayah Indonesia.
Fahmy menegaskan bahwa praktik manipulasi di sektor batu bara bukanlah hal baru. Ia menyebut insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2022 yang menyebabkan krisis pasokan di PLN dan memicu pemadaman massal. Kini, peristiwa itu kembali terulang di wilayah Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.
"Saya sangat mendukung Kortas Tipikor Polri. Manipulasi di batu bara itu juga terjadi pada 2022 juga menyebabkan krisis batu bara di PLN dan menyebabkan adanya blackout juga, dan baru-baru ini terjadi di Jawa di Sumatera dan juga Kalimantan. Ini saya kira harus diusut tuntas siapa pelakunya,"
Pernyataan tersebut disampaikan Fahmy kepada awak media pada Rabu (8/7/2026). Ia mendesak agar aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada permukaan, melainkan mampu membongkar jaringan dan aktor intelektual di balik praktik korupsi yang merugikan negara sekaligus menyengsarakan masyarakat luas tersebut.
Kasus dugaan korupsi pasokan batu bara ini menjadi sorotan tajam karena dampaknya yang begitu masif. Pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga melumpuhkan sektor industri dan pelayanan publik. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai angka yang sangat signifikan.
Selain Fahmy Radhi, dukungan terhadap pengusutan kasus ini juga datang dari berbagai kalangan. Sebelumnya, Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) turut menyuarakan hal senada. Lembaga tersebut menilai bahwa korupsi di sektor energi strategis merupakan bentuk kejahatan serius terhadap negara yang harus ditindak tegas.
Kortas Tipikor Polri sendiri terus melakukan pendalaman terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam rantai manipulasi pasokan batu bara domestik. Penyelidikan difokuskan pada dugaan adanya permainan kuota ekspor yang mengorbankan kebutuhan dalam negeri, khususnya pasokan untuk pembangkit listrik PLN.
Dalam berbagai kesempatan, Fahmy Radhi kerap menyuarakan pentingnya tata kelola energi yang transparan dan akuntabel. Ia menilai sektor batu bara sangat rawan terhadap praktik korupsi karena melibatkan volume transaksi yang besar dan rantai distribusi yang panjang. Oleh karena itu, pengawasan ketat dari aparat penegak hukum menjadi mutlak diperlukan.
Pakar ekonomi UGM itu juga menyoroti dampak berkepanjangan dari krisis listrik yang dipicu kelangkaan batu bara. Menurutnya, kepercayaan investor terhadap sektor energi nasional dapat tergerus apabila kasus semacam ini tidak diselesaikan secara tuntas dan berkeadilan.
Dukungan publik terhadap langkah Kortas Tipikor Polri terus mengalir seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam. Harapan besar kini bertumpu pada kemampuan Polri untuk membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya dan membawa para pelaku ke pengadilan. Pemantauan kasus ini akan terus dilakukan oleh media kami, Beritatercepat.com, untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Comments (0)