Orang Tua di Surabaya Mulai Serbu Toko Seragam, Stok Perlengkapan Sekolah Diprediksi Menipis dalam Sepekan
Ritme kesibukan tampak jelas di sejumlah toko seragam sekolah yang tersebar di kawasan pusat perbelanjaan Surabaya pada akhir pekan ini. Menjelang bergulirnya tahun ajaran baru 2026/2027, gelombang o
Ritme kesibukan tampak jelas di sejumlah toko seragam sekolah yang tersebar di kawasan pusat perbelanjaan Surabaya pada akhir pekan ini. Menjelang bergulirnya tahun ajaran baru 2026/2027, gelombang orang tua dan siswa mulai membanjiri gerai-gerai perlengkapan sekolah untuk berburu seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis. Fenomena tahunan ini terjadi lebih awal dari perkiraan pedagang, menandakan antusiasme tinggi masyarakat dalam menyambut semester anyar.
Pantauan media kami di lapangan menunjukkan bahwa pusat grosir seragam di kawasan Pasar Turi dan beberapa toko di Jalan Semut mengalami lonjakan pengunjung hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Antrean mengular di kasir, sementara para pramuniaga sibuk melayani calon pembeli yang ingin memastikan ukuran seragam anak mereka pas sebelum tahun ajaran dimulai. Beberapa toko bahkan terpaksa menambah jam operasional untuk mengakomodasi membludaknya permintaan.
"Ramainya sudah mulai terasa sejak seminggu lalu. Biasanya puncak keramaian terjadi H-10 sebelum masuk sekolah, tapi sekarang malah lebih cepat. Banyak orang tua yang khawatir kehabisan stok, jadi mereka datang lebih awal," ujar Marlina, pemilik Toko Seragam Berkah di Jalan Semut, saat ditemui di tengah kesibukannya melayani pembeli pada Sabtu sore.
Lonjakan permintaan tidak hanya terjadi pada seragam putih-biru dan putih-abu saja. Perlengkapan penunjang seperti dasi, ikat pinggang, topi, hingga badge sekolah juga turut diburu. Beberapa toko bahkan sudah mulai menerapkan sistem kuota pembelian untuk item-item tertentu guna mengantisipasi kelangkaan stok menjelang hari-hari terakhir liburan sekolah.
Menariknya, tren belanja tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan pada segmen seragam berbahan premium yang diklaim lebih nyaman dan tahan lama. Meski dibanderol dengan harga lebih tinggi, banyak orang tua yang rela merogoh kocek lebih dalam demi kenyamanan buah hati mereka selama beraktivitas di sekolah. Bahan katun Jepang dan Oxford menjadi favorit karena dianggap lebih adem dan tidak mudah kusut.
Sementara itu, para pedagang mengaku telah menyiapkan stok sejak dua bulan sebelumnya. Koordinasi dengan pemasok dari Bandung dan Jakarta dilakukan lebih awal untuk memastikan pasokan tidak tersendat di tengah lonjakan permintaan. Namun demikian, beberapa jenis seragam dengan ukuran tertentu—terutama untuk siswa baru—mulai menunjukkan tanda-tanda kelangkaan.
Dari sisi harga, pedagang mengklaim tidak ada kenaikan signifikan dibandingkan tahun lalu. Harga satu setel seragam SD lengkap dengan atribut masih berkisar antara Rp120.000 hingga Rp180.000, bergantung pada kualitas bahan dan tingkat kesulitan penjahitan. Sementara untuk seragam SMP dan SMA, harganya sedikit lebih tinggi karena kompleksitas desain dan bahan yang digunakan.
"Saya sengaja belanja sekarang karena tahun lalu kehabisan ukuran untuk anak saya. Kapok, akhirnya dia pakai seragam yang agak kebesaran selama dua minggu pertama. Sekarang mau cari yang pas sekaligus beli perlengkapan lain biar nanti tinggal pakai," tutur Ratna, seorang ibu dua anak yang ditemui sedang memilih-milih dasi di salah satu toko.
Para pemangku kepentingan di sektor perdagangan memperkirakan puncak keramaian akan terjadi pada dua pekan mendatang, bertepatan dengan masa terakhir liburan sekolah. Pemerintah kota melalui Dinas Perdagangan juga telah mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara sepihak dan menjaga kualitas barang yang dijual kepada konsumen.
Bagi para orang tua yang belum berbelanja, disarankan untuk segera menyusun daftar kebutuhan dan melakukan survei harga di beberapa toko. Membeli secara bertahap juga bisa menjadi strategi untuk menghindari tekanan finansial sekaligus memastikan mendapatkan ukuran dan kualitas yang diinginkan. Sementara itu, beberapa toko juga mulai menawarkan layanan pemesanan daring untuk mengurangi kepadatan di gerai fisik. Informasi lengkap mengenai rekomendasi toko dan perbandingan harga dapat diakses melalui laporan khusus yang disajikan Beritatercepat.com dalam kanal edukasi dan gaya hidup.
Comments (0)