OpenAI Tanggapi Gugatan Apple terkait Pencurian Rahasia Perangkat Keras
San Francisco, AS - OpenAI akhirnya buka suara menanggapi gugatan yang dilayangkan Apple Inc. atas tuduhan pencurian rahasia dagang. Perusahaan pengembang
San Francisco, AS - OpenAI akhirnya buka suara menanggapi gugatan yang dilayangkan Apple Inc. atas tuduhan pencurian rahasia dagang. Perusahaan pengembang ChatGPT itu dengan tegas membantah semua tuduhan, menyebut klaim Apple tidak berdasar. Gugatan ini sebelumnya diajukan Apple ke Pengadilan Distrik California Utara pada awal Juli 2026.
Kronologi Gugatan dan Respons
Kasus ini mencuat setelah Apple mendapati sejumlah mantan insinyur seniornya diduga membawa informasi rahasia ke OpenAI. Berikut urutan kejadian berdasarkan dokumen pengadilan yang diperoleh Beritatercepat.com:
- Juni 2026: Tiga mantan insinyur Apple—disebutkan inisial A.C., D.K., dan M.R.—bergabung dengan OpenAI divisi perangkat keras.
- 1 Juli 2026: Apple mengajukan gugatan perdata, menuduh mereka melanggar perjanjian kerahasiaan dengan mencuri dokumen teknis terkait chip AI generasi terbaru Apple, "Neural Engine 5".
- 7 Juli 2026: OpenAI merespons secara resmi melalui pernyataan tertulis, menyatakan bahwa perusahaan tidak pernah meminta atau menerima informasi rahasia milik Apple.
- 10 Juli 2026: Sidang pendahuluan dijadwalkan, namun OpenAI mengajukan mosi untuk menolak gugatan karena kurangnya bukti langsung.
Dalam gugatannya, Apple mengklaim telah menginvestasikan lebih dari 2 miliar dolar AS untuk riset Neural Engine 5, yang dirancang untuk meningkatkan performa AI pada perangkat iPhone dan Mac. Apple menduga OpenAI berusaha memperoleh data arsitektur chip tersebut guna mempercepat proyek perangkat keras AI mereka yang diam-diam tengah dikembangkan.
"OpenAI dengan keras menyangkal tuduhan tersebut. Kami memiliki komitmen kuat terhadap etika bisnis dan menghormati hak kekayaan intelektual. Semua riset kami adalah hasil kerja keras tim internal dan kolaborasi resmi," kata juru bicara OpenAI, Mia Thompson.
Reaksi dan Implikasi Hukum
Kasus ini memanaskan persaingan di industri AI, di mana raksasa teknologi berlomba mematenkan chip khusus untuk model bahasa besar (LLM). Analis teknologi, Gary Marcus, menilai gugatan Apple akan menjadi ujian batasan perlindungan rahasia dagang terhadap mobilitas tenaga kerja di Silicon Valley. "Jika terbukti, ini akan menjadi preseden besar," ujarnya.
Sementara itu, pihak Apple belum memberikan komentar lebih lanjut di luar dokumen gugatan. Menurut sumber internal, Apple memiliki bukti forensik digital yang menunjukkan akses tidak sah terhadap server internal sebelum para insinyur tersebut keluar.
OpenAI sendiri saat ini sedang gencar merekrut ahli perangkat keras untuk mengembangkan chip AI in-house, yang direncanakan selesai pada 2028. Hal ini dianggap sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia. Tuduhan Apple bisa memperlambat proyek tersebut jika pengadilan mengeluarkan perintah pembatasan sementara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan hakim terkait mosi penolakan gugatan. Sidang lanjutan dijadwalkan pada Agustus 2026.
[SOCIAL_TWEET]: OpenAI bantah tudingan Apple soal pencurian rahasia dagang chip AI. Kasus ini memanas di Silicon Valley. Simak kronologinya! #OpenAI #Apple #AIChip[SOCIAL_TG]: 🔥 OpenAI dituntut Apple! Mereka dituduh curi rahasia chip AI lewat mantan insinyur. OpenAI bilang 'NGGAH!' - Baca kronologi lengkapnya.
Comments (0)