CALABAR, Beritatercepat.com — Sebanyak 47 orang pencari kerja di Negara Bagian Cross River, Nigeria, menjadi korban sindikat penipuan penerimaan pegawai pemerintah daerah. Aksi penipuan rekrutmen ilegal ini mengakibatkan total kerugian finansial para korban mencapai 51,8 juta Naira (setara ratusan juta rupiah).
Kasus pemerasan bermodus lowongan kerja fiktif tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi Layanan Pemerintah Daerah Cross River (Cross River State Local Government Service Commission), Nsa Ekpo, saat menggelar konferensi pers bersama awak media di Calabar pada Senin waktu setempat.
Kronologi dan Modus Sindikat Lowongan Kerja Palsu
Berdasarkan hasil penyelidikan internal dan aduan para korban, sindikat pelaku memanfaatkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pekerjaan tetap di sektor pemerintahan. Para pelaku mengklaim memiliki akses jalur khusus untuk meloloskan pelamar ke berbagai posisi strategis di kantor pemerintahan lokal.
- Pendekatan dan Penawaran Kuota: Pelaku mendekati korban dengan menawarkan posisi aparatur sipil di lingkungan pemerintah daerah Cross River dengan dalih kuota khusus yang terbatas.
- Penetapan Tarif Ilegal: Setiap korban diminta menyetorkan sejumlah uang pelicin rata-rata lebih dari 1,1 juta Naira per orang sebagai syarat penerbitan surat pengangkatan resmi.
- Penerbitan Dokumen Fiktif: Para pelamar diberikan surat keputusan (SK) pengangkatan palsu yang mencantumkan logo serta stempel menyerupai dokumen resmi pemerintah daerah.
- Terbongkarnya Modus: Penipuan baru terungkap saat para korban mendatangi kantor komisi untuk melakukan verifikasi dan penempatan tugas, di mana nama-nama mereka tidak terdaftar dalam basis data kepegawaian resmi.
"Kami sangat prihatin atas insiden yang menimpa para pencari kerja ini. Modus rekrutmen ilegal ini mencoreng nama institusi dan merugikan puluhan warga yang berniat mencari nafkah," ujar Nsa Ekpo dalam keterangannya kepada wartawan di Calabar.
Langkah Tegas dan Peringatan Otoritas Setempat
Menanggapi maraknya sindikat calo tenaga kerja, pihak komisi langsung berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan kepolisian setempat guna memburu para pelaku yang terlibat dalam jaringan pemalsuan dokumen negara tersebut. Otoritas menegaskan tidak ada toleransi bagi pihak internal maupun eksternal yang terbukti terlibat.
Pemerintah Negara Bagian Cross River juga mengeluarkan panduan penting bagi masyarakat luas untuk menghindari jebakan calo ketenagakerjaan:
- Tidak Ada Pungutan Biaya: Rekrutmen resmi pemerintah daerah tidak pernah memungut biaya administrasi atau uang pelicin dalam bentuk apa pun.
- Kanal Informasi Resmi: Setiap pengumuman lowongan kerja hanya disosialisasikan melalui portal resmi pemerintah dan media massa arus utama yang terverifikasi.
- Verifikasi Dokumen: Masyarakat diimbau selalu mengonfirmasi keaslian surat panggilan atau SK langsung ke kantor komisi sebelum melakukan transaksi apa pun.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pencari kerja di Nigeria agar senantiasa waspada terhadap oknum yang menjanjikan jalur instan menjadi pegawai pemerintahan dengan imbalan sejumlah uang.
Comments (0)