Nadiem Makarim Bacakan Duplik 38 Halaman, Sangkal Tuduhan Korupsi Pengadaan Chromebook

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook. Sidang yang berlangsung pada Selasa siang itu menampilkan mome

Jul 08, 2026 - 19:30
0 0
Nadiem Makarim Bacakan Duplik 38 Halaman, Sangkal Tuduhan Korupsi Pengadaan Chromebook
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook. Sidang yang berlangsung pada Selasa siang itu menampilkan momen penting ketika Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, membacakan sendiri nota pembelaan atau duplik setebal 38 halaman. Agenda pembacaan duplik ini merupakan respons atas replik yang sebelumnya disampaikan jaksa penuntut umum. Dalam penjelasan yang berlangsung hampir dua jam itu, Nadiem menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan sudah dijalankan sesuai aturan dan arahan kementerian. Dokumen 38 halaman itu memuat sejumlah poin penting. Nadiem secara rinci membantah setiap tuduhan yang dialamatkan kepadanya, termasuk klaim adanya pengarahan untuk memenangkan vendor tertentu. Di hadapan majelis hakim, ia menyodorkan bukti-bukti komunikasi internal, notulensi rapat, dan dokumen lelang yang menurutnya membuktikan tidak adanya intervensi pribadi.

Bantah Ada Kerugian Negara

Salah satu inti pembelaan Nadiem adalah soal kerugian negara. Jaksa sebelumnya menyebut bahwa pengadaan Chromebook untuk program digitalisasi sekolah mengakibatkan potensi kerugian dan ketidaksesuaian spesifikasi. Namun, dalam dupliknya ia berargumen bahwa justru efisiensi dan percepatan distribusi yang menjadi pertimbangan utama, bukan kepentingan pihak tertentu. “Saya tidak pernah berniat, sekalipun secara implisit, mengarahkan proses pengadaan untuk merugikan keuangan negara,” ujar Nadiem dengan nada tenang saat membacakan salah satu penggalan pembelaannya.
“Setiap keputusan diambil berdasarkan rekomendasi teknis dan untuk menjawab darurat pembelajaran selama pandemi, bukan untuk keuntungan segelintir pihak.”
Sidang yang sedari pagi sudah dipadati pengunjung itu terpantau berlangsung penuh perhatian. Sejumlah kolega dan perwakilan komunitas pendidikan hadir memberikan dukungan moral. Suasana semakin khidmat ketika Nadiem menyelesaikan pembacaan halaman terakhir dupliknya. Majelis hakim menyatakan akan segera menjadwalkan putusan setelah semua tahapan persidangan dianggap lengkap. Duplik 38 halaman ini menjadi senjata terakhir Nadiem sebelum hakim menentukan sikap terhadap nasib kasus yang telah menarik perhatian publik luas. Jalannya sidang eksepsi hingga pembacaan duplik ini tidak terlepas dari sorotan tajam berbagai kalangan, mengingat besarnya dampak program Chromebook terhadap wajah pendidikan nasional. Laporan langsung dari ruang sidang akan terus disajikan oleh tim media kami, sebagai komitmen Beritatercepat.com untuk menyampaikan perkembangan perkara secara transparan dan akurat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User