Momen Prabowo Kaget Saat Presiden Belarus Beri Pulpen Usai Isi Buku Tamu
Jakarta - Suasana resmi di Istana Merdeka berubah hangat saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, pada Kamis (2/7/20
Jakarta - Suasana resmi di Istana Merdeka berubah hangat saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, pada Kamis (2/7/2026). Sebuah gestur spontan dan tak terduga dari sang pemimpin Belarus berhasil mengejutkan Presiden Prabowo di hadapan para delegasi dan awak media yang meliput.
Momen yang menjadi sorotan tersebut terjadi setelah prosesi penyambutan kenegaraan berlangsung dengan khidmat. Setelah pasukan kehormatan dan alunan lagu kebangsaan menggema di halaman Istana Merdeka, kedua kepala negara memasuki ruang kredensial untuk menjalani agenda selanjutnya, yaitu penandatanganan buku tamu kenegaraan.
Presiden Lukashenko yang tampak serius namun sesekali melempar senyum, menerima pulpen khusus yang biasa digunakan untuk tamu-tamu negara di meja rias berlapis kaca. Dengan penuh kewibawaan, ia membubuhkan tanda tangannya di atas buku tamu yang menjadi saksi sejarah berbagai kunjungan pemimpin dunia ke Indonesia. Namun, di luar protokol yang berlaku, begitu selesai menggoreskan tinta, Lukashenko secara spontan berbalik dan menyerahkan langsung pulpen tersebut kepada Presiden Prabowo yang berdiri di sampingnya.
Gestur Tak Terduga dan Respons Hangat Prabowo
Pantauan media kami di lokasi, Presiden Prabowo yang berdiri tegap di samping tamu negaranya itu tampak sesaat terkejut dengan ulah Lukashenko. Ekspresi kaget sempat terlukas jelas di wajah mantan Menteri Pertahanan tersebut. Ia tidak menyangka akan menerima sebuah cendera mata dadakan di awal pertemuan bilateral itu. Namun, keraguan hanya berlangsung sekian detik.
Dengan sigap, Prabowo melempar senyum lebar, menerima pulpen tersebut dengan tangan kanannya, lalu secara perlahan memasukkannya ke dalam saku jas berwarna gelap yang ia kenakan. Gerakan itu sontak mengundang senyum dari para delegasi kedua negara yang hadir. Momen spontan ini sekaligus menjadi pemecah suasana formal yang biasanya kaku dalam setiap kunjungan kenegaraan tingkat tinggi.
Seorang pejabat protokoler negara yang enggan disebutkan namanya memberikan keterangan kepada media kami usai acara. Ia menyebutkan bahwa gestur tersebut murni inisiatif Presiden Lukashenko dan sama sekali bukan bagian dari agenda yang telah disusun.
"Ini bukan bagian dari protokol baku. Kami sedikit panik awalnya, tetapi ternyata reaksi Presiden Prabowo sangat hangat. Justru ini menunjukkan kedekatan personal yang baik di antara kedua pemimpin," ujarnya singkat.
Kunjungan Presiden Belarus ini merupakan lawatan kenegaraan balasan setelah beberapa waktu lalu Indonesia dan Belarus mempererat kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertahanan dan industri. Pertemuan di Istana Merdeka ini dijadwalkan membahas peningkatan kerja sama bilateral, terutama di bidang teknologi pertanian dan perdagangan.
Meski berlangsung singkat, momen "pulpen kejutan" itu langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan awak media dan para pengamat protokoler. Dinilai sebagai gestur persahabatan yang unik, kejadian ini turut mencairkan suasana diplomasi di hari pertama kunjungan Presiden Aleksandr Lukashenko ke Tanah Air.
Comments (0)