Miguel Almiron Terima Kartu Merah Usai Tutup Mulut di Piala Dunia

Stadion San Francisco Bay Area di Santa Clara, California, menjadi saksi salah satu kartu merah paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia FIFA. Pada m

Jul 12, 2026 - 01:39
0 0
Miguel Almiron Terima Kartu Merah Usai Tutup Mulut di Piala Dunia

Stadion San Francisco Bay Area di Santa Clara, California, menjadi saksi salah satu kartu merah paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia FIFA. Pada menit ke-73 laga penyisihan Grup D antara Turki dan Paraguay, Minggu (19/6/2026), gelandang serang andalan Paraguay Miguel Almirón menerima kartu merah langsung dari wasit asal Senegal, Salima Mukansanga, setelah kedapatan menutup mulut saat berbicara dengan pemain Turki, Orkun Kökçü, di tengah lapangan.

Insiden yang sekilas tampak sepele itu sontak memicu perdebatan global. Aturan resmi IFAB yang diperbarui pasca-Piala Dunia 2022 memang menyebutkan bahwa wasit dapat mengeluarkan kartu merah jika seorang pemain menggunakan gestur atau tindakan yang “secara jelas dimaksudkan untuk menyembunyikan komunikasi yang bersifat ofensif atau diskriminatif dari pengawasan ofisial pertandingan.” Mukansanga, yang juga tercatat sebagai wasit perempuan pertama yang memimpin laga putra di Piala Dunia, menilai bahwa tindakan Almirón memenuhi kriteria tersebut.

“Saya melihat ia mendekatkan tangan ke mulut dengan sengaja sambil berbicara kepada lawan, dan konteksnya bukan perbincangan taktis biasa. Saya tidak bisa mendengar, tapi gestur itu sendiri sudah merupakan pelanggaran serius berdasarkan law 12 tentang perilaku tidak pantas,” jelas Mukansanga dalam pernyataan tertulisnya usai pertandingan.

Kronologi dan Reaksi Pemain

Rekaman menunjukkan Almirón dan Kökçü terlibat adu argumen selama lebih dari sepuluh detik. Awalnya keduanya beradu bahu, lalu Almirón mengatakan sesuatu sambil secara refleks menutup area sekitar mulutnya dengan tangan kiri—mirip gestur pemain yang berusaha mencegah pembacaan bibir. Wasit langsung meniup peluit, mendekati kedua pemain, dan tanpa ragu menunjukkan kartu merah kepada winger Newcastle United itu.

Protes keras datang dari kubu Paraguay. Sang kapten, Gustavo Gómez, hingga pelatih Daniel Garnero terlihat memohon klarifikasi di pinggir lapangan. Almirón sendiri tampak terpukul; ia berlutut, menggelengkan kepala, dan meninggalkan lapangan dengan mata berkaca-kaca. Kekurangan satu pemain, Paraguay yang saat itu unggul 1-0 melalui gol Julio Enciso di babak pertama, akhirnya harus menyerah setelah Turki mencetak dua gol telat lewat Kenan Yıldız (menit 82) dan Hakan Çalhanoğlu (90+3’). Skor akhir 2-1 memastikan tiga poin krusial bagi Turki.

Aturan "Penutupan Mulut" yang Jadi Polemik

Langkah IFAB menambah ketegasan terkait komunikasi rahasia di lapangan sebenarnya bertujuan memerangi ujaran kebencian yang sulit terdeteksi. Faktor pembacaan bibir (lip reading) oleh stasiun televisi menjadi salah satu pertimbangan, tetapi pedoman teknis yang dirilis pada 2024 menekankan bahwa wasit dapat memutuskan berdasarkan gestur yang mencurigakan meski tanpa bukti audio.

Namun, sejumlah mantan wasit dan analis mempertanyakan keputusan Mukansanga. Pierluigi Collina, legenda perwasitan yang kini duduk di komite teknis FIFA, menyikapi dengan hati-hati. “Kami membuat pedoman untuk melindungi martabat permainan. Tapi setiap situasi memerlukan interpretasi proporsional,” komentarnya di kanal FIFA+. Sementara itu, mantan wasit Inggris Mark Clattenburg menyebut bahwa kartu merah terlalu keras untuk kasus ini, karena tidak ada provokasi massal atau bahasa ofensif yang terdengar.

Media Sosial Terbelah, Paraguay Protes Resmi

Di dunia maya, tagar #FreeAlmiron dan #FIFAArbitrary langsung menggema. Potongan video insiden itu menjadi viral, dengan banyak warganet menilai bahwa Almirón mungkin hanya berbicara dalam bahasa Spanyol atau Guaraní sehingga menutup mulut adalah kebiasaan personal. Namun pendapat lain menilai bahwa aturan sudah jelas dan pemain harus sadar akan gestur mereka di atas lapangan.

Federasi Sepak Bola Paraguay (APF) telah mengajukan surat protes resmi kepada FIFA dan meminta peninjauan kartu merah tersebut agar Almiron bisa tampil di laga hidup-mati kontra Swiss. Jika gagal, Almiron akan absen minimal satu pertandingan dan berisiko menerima tambahan larangan hingga dua laga, sebuah pukulan telak bagi tim yang bergantung pada kreativitasnya.

Insiden KunciDetail
Menit kejadian73’
Skor saat kartu merahParaguay 1 – 0 Turki
WasitSalima Mukansanga (Senegal)
Pemain terlibatMiguel Almirón (Paraguay) & Orkun Kökçü (Turki)
Aturan dasarIFAB Law 12: Gestur tersembunyi yang bersifat ofensif

Kontroversi ini nyaris menutupi jalannya pertandingan yang sejatinya dipenuhi tensi tinggi. Turki kini memimpin klasemen sementara Grup D, sementara Paraguay harus berjuang tanpa bintangnya di laga berikutnya—sebuah cerita yang mungkin akan mewarnai ingatan Piala Dunia 2026 untuk waktu yang lama.

[SOCIAL_TWEET]: Almiron diusir wasit karena tutup mulut di laga kontra Turki. Piala Dunia 2026 catat kartu merah paling aneh. Pantas atau mengada-ada? #WorldCup2026 #Almiron #Paraguay[SOCIAL_TG]: 🤯 Miguel Almiron kena kartu merah cuma karena nutup mulut pas ngomong ke pemain lawan. Paraguay kalah, dunia maya terbelah. Baca detail kontroversinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User