Messi Gagal Penalti, Argentina Kena Mental dan Tertinggal 0-1 dari Mesir di Babak Pertama
ATLANTA, Beritatercepat.com — Mimpi buruk menghantui Tim Tango di Stadion Atlanta, Georgia, Selasa (7/7/2026) malam WIB. Argentina harus menelan pil pahit
ATLANTA, Beritatercepat.com — Mimpi buruk menghantui Tim Tango di Stadion Atlanta, Georgia, Selasa (7/7/2026) malam WIB. Argentina harus menelan pil pahit setelah sang kapten, Lionel Messi, gagal mengeksekusi penalti krusial, membuat mentalitas juara bertahan itu langsung rontok dan tertinggal 0-1 dari Mesir di babak pertama babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Laga yang diprediksi bakal menjadi panggung pesta bagi La Albiceleste justru berubah menjadi arena frustrasi. Argentina, yang tampil dominan sejak menit awal, mendapatkan peluang emas pada menit ke-32 setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran terhadap Julian Alvarez di kotak terlarang.
Kegagalan dari Titik 12 Pas
Seluruh Stadion Atlanta menahan napas saat Messi, eksekutor penalti utama Argentina, bersiap menghadapi kiper Mesir, Mohamed El Shenawy. Dalam momen yang mengejutkan puluhan ribu pendukung, La Pulga melepaskan tembakan mendatar ke sisi kanan yang berhasil diblok gemilang oleh El Shenawy. Bola muntah coba dimanfaatkan, namun lini belakang The Pharaohs sigap menghalaunya.
"Penalti yang gagal itu seperti pukulan telak bagi kami. Energi di lapangan langsung berubah, dan kami kehilangan ritme permainan," ungkap seorang sumber di kubu Argentina kepada kontributor Beritatercepat.com di lokasi.
Benar saja, hanya berselang tujuh menit setelah kegagalan tersebut, Mesir sukses memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Argentina. Serangan balik cepat yang dibangun dari sisi kiri berhasil dituntaskan oleh Mohamed Salah. Bintang Liverpool itu melepaskan penyelesaian klinis ke sudut kiri bawah gawang Emiliano Martinez pada menit ke-39, membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Mesir.
Mentalitas yang Terpuruk
Gol dari Salah jelas menghantam psikologis pasukan Lionel Scaloni. Sepanjang sisa babak pertama, Argentina kehilangan ketajaman dan kreativitas yang biasanya menjadi ciri khas permainan mereka. Umpan-umpan terobosan Messi kerap terputus, sementara lini tengah yang digalang Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister kesulitan menembus rapatnya pertahanan Mesir.
Statistik mencatat, penguasaan bola Argentina mencapai 62 persen. Namun, dari 8 tembakan yang dilepaskan, hanya 2 yang mengarah tepat ke gawang. Di sisi lain, Mesir tampil sangat efisien dengan 3 tembakan dan 1 gol dari satu-satunya peluang emas mereka.
Kontributor Beritatercepat.com di lapangan melaporkan bahwa ekspresi frustrasi jelas terlihat di wajah Lionel Scaloni. Pelatih berusia 48 tahun itu beberapa kali terlihat berteriak memberikan instruksi, namun anak asuhnya justru terlihat semakin tertekan seiring berjalannya waktu.
Messi sendiri, yang biasanya mampu mengubah jalannya pertandingan lewat momen magis, tampak kesulitan melepaskan diri dari kawalan ketat gelandang bertahan Mesir. Kegagalan penalti ini tentu akan menjadi sorotan utama, mengingat ini adalah kesempatan emas untuk membuka keunggulan di fase gugur.
Dengan situasi ini, Argentina wajib melakukan revolusi permainan di babak kedua jika ingin menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia yang mereka rebut di Qatar empat tahun lalu. Sementara itu, Mesir asuhan Hossam Hassan hanya butuh mempertahankan kedisiplinan untuk menciptakan kejutan besar di Piala Dunia 2026.
Laporan redaksi Beritatercepat.com dari Stadion Atlanta, Georgia.
Comments (0)