Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat Sragen, Dorong Pemanfaatan Fasilitas
SRAGEN — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Rakyat (SR) terintegrasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dalam tinjauan tersebut, ia menekankan pentingny...
SRAGEN — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Rakyat (SR) terintegrasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dalam tinjauan tersebut, ia menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas belajar yang telah disediakan negara bagi keluarga prasejahtera.
Fasilitas Lengkap untuk Masa Depan
Kompleks SR Sragen berdiri di atas lahan seluas dua hektare dengan konsep terintegrasi. Terdapat ruang kelas ber-AC, laboratorium IPA dan komputer, perpustakaan digital, serta lapangan olahraga multifungsi. Menteri Dody mengaku bangga dengan hasil pembangunan yang dikerjakan dalam waktu delapan bulan itu. "Kami tidak main-main. Bangunan ini dirancang agar anak-anak miskin bisa belajar seperti di sekolah elite," katanya di hadapan para siswa dan guru.
Program Sekolah Rakyat merupakan kolaborasi Kementerian PU dengan Kementerian Sosial dan Kemendikbudristek. Seluruh biaya operasional, termasuk seragam, buku, dan makan siang gratis, ditanggung APBN. Menurut data sementara, SR Sragen telah menampung 480 siswa dari jenjang SD hingga SMP. Mereka berasal dari keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pesan untuk Generasi Penerus
Saat berinteraksi dengan siswa, Menteri Dody berbagi cerita masa kecilnya yang sederhana. Ia mendorong para pelajar untuk tidak menyerah pada keterbatasan. "Fasilitas ini jembatan emas. Kalian yang harus menyeberang dengan belajar sungguh-sungguh," ujarnya. Para siswa terlihat antusias. Salah seorang siswi kelas VII, Sinta (bukan nama sebenarnya), mengatakan kini ia bisa mengakses internet untuk mengerjakan tugas. "Dulu saya nebeng WiFi di balai desa. Sekarang di sini lengkap," tuturnya.
Anggaran dan Target Nasional
Kementerian PU mengalokasikan dana Rp1,2 triliun untuk pembangunan 50 unit SR di seluruh Indonesia pada periode 2025-2026. Dody menegaskan bahwa model SR terintegrasi akan direplikasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). "Kami sudah punya cetak biru yang siap disesuaikan dengan kondisi lokal," jelasnya. Pemerintah menargetkan setiap SR mampu menampung minimal 500 siswa.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, yang turut mendampingi kunjungan, menyatakan kesiapan daerah dalam menyediakan lahan tambahan apabila diperlukan. "Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami dukung penuh langkah pusat," katanya. Ia juga mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.
Kunjungan Menteri PU ini menandai babak baru pemerataan pendidikan di Indonesia. Dengan adanya SR terintegrasi, harapan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur eduka semakin terbuka lebar.
Comments (0)