Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat di Sukoharjo Siap Digunakan Juli 2026
Beritatercepat.com, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (1
Beritatercepat.com, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (14/6). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan infrastruktur pendidikan tersebut rampung dan fungsional tepat pada awal Tahun Ajaran Baru 2026–2027 yang dimulai Juli mendatang.
Sidak ini menjadi krusial karena Sekolah Rakyat di Sukoharjo merupakan salah satu proyek prioritas nasional yang digenjot pengerjaannya. Di tengah kunjungan, Dody mendapat komitmen langsung dari para pekerja bangunan di lokasi. Mereka menyatakan tekadnya untuk bekerja sekuat tenaga agar target penyelesaian tidak meleset, sekalipun tantangan di lapangan tak ringan.
Tim media kami di lapangan melaporkan, Menteri Dody tampak puas dengan capaian progres yang kini sudah masuk kategori “zona hijau” – istilah yang digunakan Kementerian PU untuk proyek yang berjalan sesuai atau lebih cepat dari jadwal. Pencapaian ini menjadi catatan positif, mengingat proyek SR Sukoharjo sebelumnya sempat tersendat akibat kerusakan jalan desa yang menjadi akses utama kendaraan berat pengangkut material.
Dari Zona Rawan ke Zona Hijau
Perjalanan proyek ini tidak sepenuhnya mulus. Pada tahap awal konstruksi, lintasan truk-truk bermuatan material bangunan menimbulkan kerusakan pada jalan lingkungan di sekitar Desa Jatianom, Sukoharjo. Kondisi itu memicu kekhawatiran warga sekaligus berpotensi memperlambat distribusi logistik proyek. Pihak kontraktor bersama pemerintah desa kemudian mengambil langkah cepat dengan melakukan perbaikan darurat jalan serta mengatur jadwal operasi kendaraan berat agar dampak bagi warga bisa diminimalkan.
“Kami sempat khawatir target molor karena akses jalan yang hancur. Tapi dengan koordinasi semua pihak, sekarang sudah kembali normal dan pembangunan bisa ngebut,” ungkap seorang pekerja bangunan di lokasi proyek.
Keberhasilan mengatasi hambatan tersebut membuat status proyek bergeser dari zona kuning (perlu perhatian) menjadi hijau. Menteri Dody dalam kunjungannya menekankan agar momentum positif ini dijaga. Ia berpesan agar semua pihak tetap disiplin menjaga keselamatan kerja (K3) dan kualitas bangunan sesuai spesifikasi, terutama karena gedung akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sepanjang hari.
Siap Songsong Tahun Ajaran Baru
Sekolah Rakyat 2 di Sukoharjo didesain sebagai sekolah terintegrasi dengan konsep ruang kelas modern, laboratorium dasar, perpustakaan, serta fasilitas pendukung yang memadai. Pemerintah menargetkan sekolah ini mampu menampung sedikitnya 300 siswa dari jenjang SD dan SMP yang tersebar di kecamatan sekitar. Kehadiran SR diharapkan dapat mengurangi beban sekolah negeri yang sudah kelebihan kapasitas, sekaligus menjadi model pemerataan mutu pendidikan di wilayah semi-perkotaan.
Berdasarkan data yang dirangkum media kami, hingga pertengahan Juni 2026, progres fisik bangunan utama telah mencapai 82 persen. Sisa pekerjaan yang dikebut meliputi penyelesaian plafon, pengecatan, pemasangan sanitasi, dan penataan halaman. Kontraktor pelaksana memasang target serah terima pertama (provisional hand over) pada minggu pertama Juli, sehingga sekolah sudah bisa langsung dimanfaatkan saat pendaftaran siswa baru dibuka.
Dengan difungsikannya Sekolah Rakyat Sukoharjo, pemerintah menepati janji untuk menghadirkan satuan pendidikan yang representatif tanpa menunda harapan masyarakat. Inspeksi Menteri PU Dody Hanggodo menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan tak sekadar mengejar seremonial, melainkan menjamin kesiapan operasional nyata di lapangan.
Comments (0)