Suasana ruang rapat utama di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, tampak hangat namun penuh ketegasan pada Kamis (11/6/2026). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara khusus mengumpulkan seluruh elemen jajaran kepala daerah dari wilayah Tanah Papua. Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh para gubernur, penjabat (Pj) gubernur, hingga para bupati dari seluruh provinsi di kawasan Papua—mulai dari Papua Induk, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, hingga Papua Barat Daya. Agenda tunggal yang diusung sangat krusial: mengonsolidasikan langkah strategis guna menjadikan Tanah Papua sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Amran menegaskan bahwa wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, menyimpan potensi lahan pertanian luar biasa yang belum tergarap secara maksimal. Di tengah ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim ekstrem dan ketidakpastian geopolitik dunia, percepatan pemanfaatan lahan produktif menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Pemerintah pusat menaruh harapan besar agar potensi masif di Bumi Cenderawasih dapat dioptimalkan demi menopang kestabilan pasokan beras dan komoditas pangan pokok lainnya secara nasional.
Sinergi Strategis Demi Menjadikan Papua Lumbung Pangan
Penguatan sektor pertanian di Papua tidak lagi hanya sekadar wacana di atas kertas. Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyusun skema komprehensif yang mencakup integrasi teknologi modern, mekanisasi pertanian, penyediaan benih unggul yang adaptif terhadap kondisi tanah lokal, hingga perbaikan sistem irigasi secara menyeluruh. Mentan menekankan pentingnya komitmen nyata dari seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menyelaraskan kebijakan lokal dengan program strategis nasional.
"Papua bukan sekadar wilayah geografis di ujung timur Indonesia, melainkan kebanggaan dan masa depan ketahanan pangan bangsa ini. Kita harus bergerak cepat, bersatu, dan memastikan lahan subur di Papua mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal," tegas Andi Amran Sulaiman di hadapan para kepala daerah.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini dipandang sebagai kunci utama untuk mengatasi hambatan birokrasi dan kendala lapangan. Amran meminta para kepala daerah untuk aktif mempermudah izin pemanfaatan lahan serta memastikan keterlibatan masyarakat adat dan petani lokal dalam setiap program pengembangan pertanian.
Peta Jalan Penguatan Sektor Pertanian Bumi Cenderawasih
Fokus pengembangan pertanian di kawasan Papua akan dibagi berdasarkan karakteristik topografi dan keunggulan komoditas wilayah masing-masing. Langkah analitis ini diambil agar alokasi anggaran, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan teknis dapat berjalan secara presisi dan terukur.
| Wilayah Papua | Fokus Komoditas | Target Strategis |
|---|---|---|
| Papua Selatan (Merauke) | Padi & Jagung Skala Luas | Pusat Lumbung Pangan Nasional (Food Estate) |
| Papua Tengah & Pegunungan | Kopi, Hortikultura & Ubi-ubian | Peningkatan Ekonomi Lokal & Ketahanan Lokal |
| Papua Barat & Papua Barat Daya | Sagu, Kelapa & Pangan Lokal | Diversifikasi Pangan Berkelanjutan |
Pemanfaatan alat pertanian modern seperti traktor roda empat, drone pemantau pemupukan, hingga mesin pemanen otomatis (combine harvester) akan diperbanyak di wilayah-wilayah potensial seperti Merauke dan Keerom. Hal ini bertujuan untuk menaikkan indeks pertanaman dari yang semula satu kali setahun menjadi dua hingga tiga kali setahun.
Para kepala daerah se-Papua menyambut positif dorongan masif dari Kementan ini. Komitmen bersama disepakati untuk membentuk tim gugus tugas khusus (task force) yang akan mengawal implementasi program di lapangan secara berkala. Melalui kolaborasi erat ini, target Indonesia untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan sekaligus menyejahterakan Orang Asli Papua (OAP) optimistis dapat terwujud dalam waktu singkat.
Comments (0)