JAKARTA, Beritatercepat.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menggelar agenda pertemuan strategis bersama insan media di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk memperkuat keterbukaan informasi publik terkait arah kebijakan fiskal, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta langkah mitigasi pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut dihadiri oleh pimpinan redaksi dan jurnalis ekonomi dari berbagai media nasional. Dalam kesempatan ini, Menkeu menekankan pentingnya komunikasi transparan antara pembuat kebijakan dan media massa guna menjaga stabilitas pasar dan optimisme masyarakat.
Kronologi Agenda Pertemuan di Kawasan Sunter
Rangkaian agenda pertemuan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bersama awak media berlangsung secara terstruktur dengan urutan waktu sebagai berikut:
- Pukul 09.30 WIB: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tiba di lokasi pertemuan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, dan disambut oleh jajaran pejabat Kementerian Keuangan serta perwakilan asosiasi media.
- Pukul 10.00 WIB: Pemaparan laporan berkala kinerja ekonomi kuartal berjalan, mencakup pendapatan negara, belanja prioritas, dan pengelolaan pembiayaan utang yang tetap berada pada rasio aman.
- Pukul 11.15 WIB: Sesi tanya jawab mendalam bersama wartawan terkait isu-isu strategis, mulai dari stabilitas nilai tukar, belanja subsidi energi, hingga insentif investasi industri manufaktur.
- Pukul 12.30 WIB: Ramah tamah dan penutupan acara, dilanjutkan dengan doorstop interview bersama media televisi dan daring.
Fokus Utama Penjagaan Stabilitas Makroekonomi
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan terus memantau dinamika global yang berdampak pada rantai pasok dan volatilitas pasar keuangan. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dipastikan tetap berjalan selaras demi menjaga daya beli masyarakat di tingkat domestik.
"Pemerintah berkomitmen untuk memastikan APBN hadir sebagai peredam kejut (shock absorber) yang efektif. Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga berkualitas dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat," ujar Purbaya di hadapan awak media.
Kementerian Keuangan juga menyoroti pentingnya efisiensi belanja pemerintah pusat dan daerah agar setiap rupiah yang dialokasikan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka kemiskinan ekstrem.
Tiga Pilar Penguatan Fiskal 2026
Dalam forum tersebut, dipaparkan tiga prioritas utama yang menjadi fondasi pengelolaan keuangan negara ke depan:
- Optimalisasi Pendapatan: Perluasan basis perpajakan secara adil tanpa mengganggu iklim usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
- Belanja Berkualitas: Penguatan anggaran perlindungan sosial, infrastruktur konektivitas, serta transformasi sektor pendidikan dan kesehatan.
- Ketahanan Cadangan Fiskal: Pengelolaan risiko pembiayaan secara pruden demi menjaga kesinambungan fiskal jangka panjang.
Pertemuan di Sunter ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara pemerintah dan pers nasional dalam menyajikan berita ekonomi yang akurat, kredibel, dan membangun sentimen positif di tengah masyarakat.
Comments (0)