Sep 20, 2026
Nasional

Mentan Amran: Kemandirian Pangan Jadi Benteng Hadapi Gejolak Global

JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi strategis sekaligus benteng utama bagi Indon

Mentan Amran: Kemandirian Pangan Jadi Benteng Hadapi Gejolak Global

JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi strategis sekaligus benteng utama bagi Indonesia dalam melindungi segenap rakyat dari ancaman krisis dan ketidakpastian geopolitik global. Penguatan produksi dalam negeri dinilai menjadi harga mati agar ketahanan nasional tidak rapuh ketika rantai pasok dunia terganggu.

Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran di Jakarta saat memaparkan arah kebijakan akselerasi swasembada pangan nasional. Menurutnya, ketergantungan pada impor pangan di tengah eskalasi konflik internasional dan perubahan iklim ekstrem hanya akan menempatkan masyarakat kecil serta para petani pada posisi yang sangat rentan terhadap lonjakan harga pangan dunia.

"Kemandirian pangan adalah benteng pertahanan terbaik kita. Ketika dunia bergejolak dan negara-negara produsen mulai menutup keran ekspor, bangsa yang mandiri pangannya adalah bangsa yang mampu bertahan dan melindungi rakyatnya dari kelaparan," tegas Mentan Amran.

Kronologi Ancaman Krisis dan Peta Kerentanan Global

Kementerian Pertanian (Kementan) menyoroti dinamika global dalam beberapa tahun terakhir yang secara bertubi-tubi menekan stabilitas pasokan komoditas pangan dunia. Urutan ancaman tersebut meliputi:

  1. Disrupsi Rantai Pasok Pascapanjang: Konflik militer di Eropa Timur dan Timur Tengah yang memicu lonjakan biaya logistik kapal niaga internasional serta pembatasan pasokan bahan baku pupuk global.
  2. Gelombang Proteksionisme Pangan: Keputusan lebih dari 20 negara produsen utama yang secara serentak menutup ekspor beras, gandum, dan gula demi mengamankan cadangan domestik mereka masing-masing.
  3. Dampak Iklim Ekstrem El Nino: Penurunan drastis produksi beras di kawasan Asia Tenggara akibat kekeringan berkepanjangan yang memicu lonjakan harga beras di pasar dunia.

Langkah Terpadu Percepatan Produksi Pertanian Nasional

Untuk mengantisipasi gejolak tersebut, Kementan mengambil langkah taktis melalui peta jalan akselerasi swasembada yang melibatkan modernisasi alat mesin pertanian serta jaminan sarana produksi bagi para petani lokal.

  • Program Pompanisasi Nasional: Pemasangan puluhan ribu unit pompa air untuk mengalirkan air sungai ke sawah tadah hujan guna mendongkrak indeks pertanaman dari 1 kali menjadi 2 hingga 3 kali per tahun.
  • Optimalisasi Lahan Rawa dan Cetak Sawah: Transformasi ratusan ribu hektare lahan rawa mineral di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, hingga Papua Barat menjadi sentra lumbung padi baru.
  • Kenaikan Alokasi Pupuk Bersubsidi: Penambahan volume pupuk bersubsidi hingga 100 persen atau setara 9,55 juta ton untuk menjamin kepastian pupuk sampai langsung ke tangan petani terdaftar.

Pemberdayaan Generasi Muda dan Perlindungan Petani

Mentan Amran juga menambahkan bahwa benteng pangan nasional tidak akan kokoh tanpa regenerasi sumber daya manusia. Melalui pembentukan brigade pangan berbasis teknologi digital dan mekanisasi pertanian, pemerintah berupaya menarik minat generasi muda agar terlibat aktif dalam industri agribisnis hulu ke hilir.

Kemandirian pangan, menurut Amran, bukan sekadar urusan kecukupan beras di gudang Bulog, melainkan upaya menjaga martabat dan kedaulatan bangsa. Dengan menggenjot produktivitas dalam negeri, petani mendapatkan kepastian harga jual yang layak dan konsumen di perkotaan terlindungi dari inflasi harga pangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User