Sep 18, 2026
Nasional

BGN dan Komisi IX DPR Bahas Percepatan Program Makan Bergizi

JAKARTA, Beritatercepat.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

BGN dan Komisi IX DPR Bahas Percepatan Program Makan Bergizi

JAKARTA, Beritatercepat.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pertemuan strategis ini difokuskan pada evaluasi kesiapan operasional, skema distribusi, serta akuntabilitas anggaran program pemenuhan gizi nasional yang ditargetkan menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh penjuru tanah air.

Dalam forum tersebut, jajaran pimpinan BGN memaparkan progres terkini mengenai kesiapan infrastruktur satuan pelayanan pemenuhan gizi, standardisasi menu sehat, hingga integrasi data penerima bersama kementerian dan lembaga terkait. Komisi IX DPR RI menekankan pentingnya pengawasan ketat agar program strategis ini berjalan tepat sasaran, higienis, dan berdampak nyata terhadap penurunan angka stunting.

Evaluasi Pelaksanaan dan Kesiapan Satuan Pelayanan

Kepala BGN menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal tata kelola program intervensi gizi secara transparan dan akuntabel. Pihaknya terus mematangkan kesiapan unit dapur pelayanan gizi di berbagai daerah dengan melibatkan rantai pasok pangan lokal dari kalangan petani, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Fokus utama kami bukan sekadar membagikan makanan bernutrisi, melainkan membangun ekosistem ketahanan pangan dan gizi berkelanjutan yang mampu mendongkrak kualitas generasi masa depan bangsa tanpa mengesampingkan higienitas serta standar keamanan pangan yang ketat," ujar perwakilan pimpinan BGN dalam pemaparannya di Gedung Parlemen.

Pihak parlemen menyambut positif langkah akselerasi tersebut, namun memberikan sejumlah catatan kritis terkait kesiapan logistik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). DPR meminta BGN merumuskan strategi distribusi mitigatif agar kendala geografis tidak menghambat penyaluran asupan bernutrisi bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Kronologi dan Poin Krusial Agenda RDP Komisi IX

Rapat koordinasi dan pengawasan yang berlangsung dinamis ini menghasilkan sejumlah poin penting terkait arah kebijakan gizi nasional ke depan:

  1. Penyelarasan Anggaran dan Efisiensi Distribusi: DPR dan BGN menyepakati perlunya transparansi tata kelola anggaran agar seluruh alokasi dana terserap efektif demi kesejahteraan penerima manfaat.
  2. Standardisasi Gizi Berbasis Pangan Lokal: Penyusunan menu makanan diwajibkan mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) dengan memanfaatkan komoditas pangan yang tersedia melimpah di masing-masing daerah.
  3. Uji Kelayakan dan Pengawasan Higienitas: BGN diwajibkan berkolaborasi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dinas kesehatan setempat guna menjamin keamanan konsumsi setiap sajian.
  4. Sistem Monitoring dan Mitigasi Kendala 3T: Penguatan jalur distribusi terpadu di kawasan kepulauan dan pedalaman agar pemerataan asupan gizi tidak timpang antardaerah.

Penguatan Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Emas

Komisi IX DPR RI menegaskan bahwa keberhasilan program gizi nasional sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektoral, mulai dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, hingga pemerintah daerah. Sinergi ini diperlukan agar data sasaran—seperti anak sekolah, balita, dan ibu hamil—selalu termutakhirkan secara akurat.

Dengan adanya pengawasan berkala dari legislatif, Badan Gizi Nasional diharapkan mampu mengakselerasi implementasi program secara terukur, efisien, dan berdampak luas terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia menuju target Generasi Emas 2045.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User