Mensos Apresiasi Pameran Seni Inklusif Canvas of Dreams 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan apresiasi penuh atas gelaran pameran seni lukis anak bertajuk Canvas of Dreams 2026 di Jakarta, yang melibatkan ratusan siswa sekolah dasar dan men...

Jul 28, 2026 - 03:55
0 0
Mensos Apresiasi Pameran Seni Inklusif Canvas of Dreams 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan apresiasi penuh atas gelaran pameran seni lukis anak bertajuk Canvas of Dreams 2026 di Jakarta, yang melibatkan ratusan siswa sekolah dasar dan menengah pertama, termasuk puluhan anak berkebutuhan khusus.

Digelar di Galeri Seni Jakarta Selatan pada 26–30 Juli, pameran ini memamerkan total 215 karya dari 75 sekolah. Dari jumlah tersebut, 62 lukisan berasal dari siswa SLB dengan kondisi tuna netra, tuna rungu, maupun autisme. Teknik yang digunakan sangat beragam, mulai dari cat air, akrilik, hingga kolase dari bahan daur ulang.

Panggung Inklusivitas Tanpa Sekat

Gus Ipul menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tak menghalangi kreativitas. "Seni adalah bahasa universal. Pameran ini membuktikan anak-anak kita, termasuk teman-teman disabilitas, punya potensi luar biasa. Negara harus memastikan ruang ekspresi ini terus terbuka," ujarnya saat membuka acara, Sabtu (26/7).

Fakta Kunci Canvas of Dreams 2026

  • 215 karya dipamerkan dari 75 sekolah di Jabodetabek.
  • 62 lukisan karya peserta difabel dari 15 SLB.
  • Kurasi oleh seniman profesional dan psikolog anak.
  • Pameran gratis untuk umum, 26–30 Juli 2026.
  • Didukung Kemensos, Dinas Pendidikan DKI, dan komunitas seni.

Sebanyak 75 sekolah berpartisipasi, terdiri dari 50 SD dan 25 SMP, baik negeri maupun swasta. Partisipasi SLB meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, menandakan kesadaran inklusi yang kian tinggi.

Lebih dari Sekadar Pameran

Selain pameran, digelar pula workshop seni inklusif untuk 300 anak, talkshow pengasuhan, dan lelang amal. Seluruh hasil lelang disalurkan untuk beasiswa bakat bagi anak prasejahtera. Acara ini juga didukung oleh sektor swasta melalui program CSR yang menyediakan peralatan seni gratis untuk 15 SLB peserta.

Lima peserta difabel terbaik mendapat beasiswa seni langsung dari Mensos. Gus Ipul bahkan membeli lukisan berjudul "Harmoni Hening" karya pelajar tunarungu sebagai simbol dukungan moril.

Respons Positif Publik

Hari pertama pameran disambangi lebih dari 800 pengunjung. Para orang tua bangga melihat karya anak-anak mereka dipajang profesional. "Anak saya yang autis mendadak ingin jadi pelukis setelah ikut pameran ini," tutur Ratna, wali murid dari SLB Bina Mandiri. Guru pendamping juga menilai ajang ini sebagai terapi kepercayaan diri yang efektif.

Menuju Agenda Tahunan

Melihat antusiasme tinggi, Kemensos berencana menjadikan Canvas of Dreams sebagai program tahunan yang merambah kota-kota besar lainnya. Kolaborasi dengan seniman nasional akan diperkuat untuk memperkaya perspektif peserta. Bahkan, Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas akan dilibatkan untuk pelatihan intensif. "Ini baru awal. Kami ingin anak-anak di seluruh Indonesia merasakan panggung yang sama," pungkas Gus Ipul.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User