Menkes Budi Sadikin Tinjau Kompleks Kusta Jongaya, Perkuat Sinergi
MAKASSAR — Langkah konkret pemerintah pusat dalam menekan angka kusta kembali ditegaskan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru saja menyambangi Kompleks Kusta Jongaya di Makassar, Jumat — se...
MAKASSAR — Langkah konkret pemerintah pusat dalam menekan angka kusta kembali ditegaskan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru saja menyambangi Kompleks Kusta Jongaya di Makassar, Jumat — sebuah kunjungan yang menandai penguatan sinergi antara pusat dan daerah. Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham turut mendampingi langsung di lapangan.
Kunjungan Strategis Perkuat Kolaborasi
Kedatangan Menkes bukan sekadar seremonial. Dalam kunjungan singkat namun padat, Budi Gunadi Sadikin meninjau kondisi fasilitas kesehatan, memantau ketersediaan obat Multi-Drug Therapy (MDT), serta berdialog dengan para penghuni kompleks yang mayoritas adalah Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi pasien yang putus berobat. Stigma harus kita hapus bersama,” tegas Budi di sela-sela peninjauan.
- Ketersediaan Obat MDT: dipastikan aman hingga enam bulan ke depan, distribusi dipercepat ke puskesmas sekitar.
- Pemberdayaan OYPMK: program pelatihan keterampilan digulirkan untuk memutus marginalisasi ekonomi.
- Deteksi Dini: petugas kesehatan di tingkat kelurahan diwajibkan melaporkan kasus suspek dalam 1x24 jam.
- Target Eliminasi: Indonesia menargetkan eliminasi lepra pada 2030, sesuai peta jalan WHO.
Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci
Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen Pemkot Makassar mendukung penuh program nasional. “Kami siap mengintegrasikan data kusta ke dalam sistem informasi kesehatan kota, sehingga intervensi lebih tepat sasaran,” ujarnya. Kompleks Jongaya sendiri menjadi percontohan integrasi layanan kesehatan dan sosial bagi eks penderita kusta.
Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa kusta bukanlah kutukan. Dengan deteksi dini dan pengobatan teratur, penyakit ini dapat disembuhkan total tanpa cacat. Namun, angka kasus baru di Sulawesi Selatan masih fluktuatif. Berdasarkan data Dinkes Sulsel, sepanjang 2025 tercatat 182 kasus baru, dengan 23 di antaranya ditemukan di Kota Makassar.
Fakta Cepat: Kusta di Indonesia
- Kasus Baru 2025: 13.421 temuan nasional, penurunan 8% dari tahun sebelumnya (data sementara Kemenkes).
- Provinsi Endemis: 10 provinsi masih menyandang status endemis tinggi, termasuk Sulawesi Selatan, Papua, dan NTT.
- Anggaran Penanggulangan: Alokasi APBN 2026 naik 15% untuk program eliminasi kusta, termasuk penyediaan MDT gratis.
- Penyintas OYPMK: diperkirakan 50.000 orang masih hidup di pemukiman khusus, membutuhkan intervensi sosial berkelanjutan.
Langkah Konkret Pasca Kunjungan
Usai tinjauan, Menkes memerintahkan jajarannya untuk membentuk posko terpadu di Kompleks Jongaya. Posko ini akan menjadi pusat konseling, skrining, dan rujukan yang melibatkan dinas kesehatan, sosial, dan tenaga kerja. “Kami tidak hanya obati penyakitnya, tapi juga pulihkan martabatnya,” seru Budi.
Pemerintah Kota Makassar pun langsung berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang setempat untuk menyelenggarakan operasi katarak dan plastik rekonstruksi gratis bagi OYPMK dalam sepekan mendatang. Langkah ini dinilai revolusioner karena menyentuh aspek psikososial yang kerap terabaikan.
Dengan sinergi yang semakin erat, eliminasi kusta bukan lagi sekadar jargon. Kompleks Jongaya menjadi bukti bahwa pertempuran melawan bakteri Mycobacterium leprae harus diimbangi dengan pertempuran melawan diskriminasi.
Comments (0)