Sep 17, 2026
Nasional

Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Pangan Utama

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara tegas menginstruksikan seluruh pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia untuk meningkatkan kew

Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Pangan Utama

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara tegas menginstruksikan seluruh pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tren kenaikan harga pangan pokok. Tiga komoditas utama yang menjadi sorotan kritis dalam pengarahan tersebut adalah daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras. Instruksi ini disampaikan langsung dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dihadiri oleh para gubernur, bupati, serta wali kota dari seluruh pelosok tanah air.

Menurut Mendagri, lonjakan harga pada tiga komoditas vital ini memberikan dampak langsung yang sangat signifikan terhadap daya beli masyarakat serta angka inflasi nasional. Kenaikan harga beras, misalnya, selalu menjadi penyumbang bobot inflasi terbesar dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Oleh karena itu, ketidakstabilan pasokan dan pergerakan harga di tingkat daerah harus segera diantisipasi secara terukur sebelum memicu gejolak sosial maupun ekonomi yang lebih luas.

Analisis Komoditas dan Tren Kenaikan Harga

Penelusuran data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa gejolak harga komoditas pangan dipicu oleh kombinasi faktor cuaca, kenaikan biaya pakan ternak berbasis impor, serta rantai distribusi yang panjang. Pemda diimbau tidak hanya memantau angka rata-rata nasional, melainkan wajib membedah dinamika pasokan di wilayah masing-masing hingga tingkat pasar tradisional.

Komoditas Pangan Faktor Utama Kenaikan Tingkat Kerentanan Rekomendasi Intervensi Pemda
Beras Pergeseran musim tanam dan biaya logistik antarwilayah Sangat Tinggi Operasi Pasar & Penyaluran Beras SPHP Bulog
Daging Ayam Ras Kenaikan harga pakan jagung dan konsentrat ternak Tinggi Subsidi biaya pakan & pemangkasan rantai pasok
Telur Ayam Ras Fluktuasi populasi ayam petelur dan dinamika pakan Tinggi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) produsen-konsumen

Langkah Konkret dan Kronologi Intervensi Pemda

Guna menekan angka inflasi agar tetap berada pada target sasaran pemerintah sebesar 2,5% ± 1%, Kementerian Dalam Negeri merumuskan alur dan langkah operasional wajib yang harus ditempuh oleh 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi di seluruh Indonesia:

  1. Pemantauan Harga Harian: Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) wajib mengunggah dan memantau data real-time harga pangan di pasar-pasar induk setempat secara konsisten.
  2. Pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM): Menggelar operasi pasar secara berkala di wilayah-wilayah yang mencatatkan kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
  3. Pemanfaatan Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT): Mengalokasikan dana APBD untuk mensubsidi biaya transportasi bahan pangan dari daerah surplus menuju daerah defisit.
  4. Penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD): Membangun kesepakatan bisnis antar-pemerintah daerah guna menjamin kepastian pasokan beras, ayam, dan telur secara berkelanjutan.

"Pemerintah daerah tidak boleh hanya menjadi penonton saat harga komoditas pangan melonjak. Pemantauan pasokan dan harga harus dilakukan setiap hari. Jika ada kendala distribusi, gunakan anggaran Belanja Tidak Terduga untuk intervensi ongkos angkut agar harga di tingkat konsumen tetap terjangkau," tegas Mendagri Tito Karnavian dalam pengarahannya.

Langkah proaktif dari seluruh kepala daerah diharapkan mampu meredam spekulasi pasar serta menjaga stabilitas pasokan di tingkat pedagang eceran. Sinergi antara pemerintah pusat melalui Kemendagri, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan Pemda menjadi kunci utama dalam memastikan ketahanan serta keterjangkauan pangan nasional tetap terjaga secara merata.

Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan Pemda di seluruh Indonesia untuk mewaspadai kenaikan harga beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Simak analisis dan langkah strategisnya di Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User