Megawati Resmikan Monumen Kudatuli: Perenungan Panjang, Janji Sejahtera Bung Karno

JAKARTA, DETIK INI JUGA — Megawati Soekarnoputri baru saja meresmikan Monumen Kudatuli di halaman DPP PDIP. Sebuah karya yang ia sebut lahir dari kontemplasi selama puluhan tahun, sekaligus penginga...

Jul 28, 2026 - 06:59
0 0
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli: Perenungan Panjang, Janji Sejahtera Bung Karno

JAKARTA, DETIK INI JUGA — Megawati Soekarnoputri baru saja meresmikan Monumen Kudatuli di halaman DPP PDIP. Sebuah karya yang ia sebut lahir dari kontemplasi selama puluhan tahun, sekaligus pengingat akan cita-cita Bung Karno yang belum tuntas.

Peresmian berlangsung khidmat di tengah sejumlah kader partai. Megawati hadir didampingi putranya, Prananda Prabowo. Monumen setinggi tiga meter itu kini berdiri kokoh, seolah menjawab luka yang terjadi pada 27 Juli 1996 silam.

Bukan Sekadar Batu, Ini Pesan Politik

Dalam sambutannya, Megawati menegaskan bahwa monumen ini bukanlah sekadar benda mati. Ia menyebutnya sebagai hasil perenungan panjang—sebuah “monumen kontemplasi” yang mengingatkan seluruh kader pada akar perjuangan. “Ini bukan soal balas dendam, ini soal energi kesabaran revolusioner,” ujarnya dengan nada tegas.

Monumen tersebut menggambarkan kepalan tangan yang mengepal ke atas—simbol perlawanan terhadap represi. Tangan itu dikelilingi lima lingkaran yang merepresentasikan sila-sila Pancasila, ditekankan kembali oleh Megawati sebagai fondasi republik yang tak boleh diabaikan.

Tiga Fakta Kunci Peresmian

  • Waktu dan Tempat: Diresmikan pagi ini di markas besar DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat.
  • Tokoh yang Hadir: Selain Megawati dan Prananda, hadir juga jajaran DPP dan sejumlah saksi sejarah peristiwa Kudatuli.
  • Makna Monumen: Disebut sebagai pengingat “darurat intoleransi” dan ajakan untuk kembali ke cita-cita progresif Soekarno.

Kudatuli, Luka yang Menjadi Kekuatan

Bagi yang belum familiar, Kudatuli merujuk pada peristiwa penyerangan kantor DPP PDIP yang saat itu bernama PDI di Jalan Diponegoro. Puluhan kader terluka, bangunan dirusak, dan itu menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik Indonesia. Megawati sendiri mengaku tak pernah melupakan peristiwa itu, namun ia memilih mengubahnya menjadi tenaga positif.

“Bung Karno selalu mengajarkan bahwa kemerdekaan harus membawa kesejahteraan. Monumen ini akan terus mengingatkan saya dan kita semua bahwa pekerjaan itu belum selesai,” kata Megawati. Ia pun menyisipkan pesan agar seluruh kader tidak pernah lelah melawan segala bentuk ketidakadilan.

Respons Kader dan Rencana Selanjutnya

Sejumlah kader yang hadir mengaku terharu. Seorang saksi mata yang pernah mengalami langsung penyerangan 1996, menggambarkan momen peresmian sebagai “penutup luka”. Sementara itu, DPP PDIP mengumumkan bahwa monumen ini akan menjadi titik awal peluncuran kembali program “Indonesia Sejahtera”—sebuah platform ekonomi yang terinspirasi dari ajaran Bung Karno tentang berdikari di bidang pangan, energi, dan air.

Monumen Kudatuli kini berdiri di pintu masuk utama DPP, seakan menyapa setiap pengunjung dengan bisikan: perjuangan belum usai, dan kemakmuran adalah hak yang harus direbut. Hingga berita ini diturunkan, area monumen masih dipenuhi kader yang berfoto dan merenung.

Editor: Buffy

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User