Megawati Pimpin Peringatan 30 Tahun Insiden Kudatuli

JAKARTA — Tepat tiga dekade setelah peristiwa berdarah yang mengguncang demokrasi, Megawati Soekarnoputri kembali menapaki halaman markas besar PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro. Ia hadir memimpin ...

Jul 28, 2026 - 01:55
0 0
Megawati Pimpin Peringatan 30 Tahun Insiden Kudatuli

JAKARTA — Tepat tiga dekade setelah peristiwa berdarah yang mengguncang demokrasi, Megawati Soekarnoputri kembali menapaki halaman markas besar PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro. Ia hadir memimpin peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli yang dikenang sebagai serangan brutal terhadap gedung DPP PDI pada tahun 1996.

Kehadiran Sosok Kunci Sejarah

Didampingi putranya, Prananda Prabowo, Megawati tiba di lokasi yang menjadi saksi bisu penyerbuan oleh massa tak dikenal tiga dekade silam. Kehadirannya bersama para pengurus partai dan sejumlah pelaku sejarah menandai momen penting refleksi.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para korban selamat, keluarga aktivis, dan kader senior yang turut merasakan langsung intimidasi rezim Orde Baru. Beberapa di antara mereka tampak berlinang air mata saat sesi testimoni digelar.

"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Kudatuli adalah bagian dari perjalanan panjang perjuangan menegakkan demokrasi di negeri ini," ujar Megawati dalam pidato singkatnya, suaranya bergetar menahan emosi.

Rangkaian Acara Refleksi

Peringatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan mengheningkan cipta untuk para pahlawan demokrasi yang gugur. Rangkaian acara mencakup diskusi sejarah, pemutaran dokumenter, serta deklarasi komitmen menjaga reformasi. Sebanyak 30 lilin dinyalakan sebagai simbol perjalanan tiga dekade pasca-insiden.

Plt Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa peringatan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan pengingat agar generasi muda memahami betapa mahalnya harga sebuah kebebasan. “Ini pelajaran agar kita tidak mundur selangkah pun dalam menjaga kedaulatan rakyat,” tegasnya.

Konsolidasi Jelang Agenda Besar

Di sisi lain, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal partai. Megawati memberikan arahan kepada seluruh kader yang hadir secara langsung maupun daring. Ia menekankan pentingnya soliditas dan militansi menghadapi potensi ancaman terhadap demokrasi di masa depan.

Pengamanan gedung diperketat oleh ratusan personel gabungan dari Banser dan satgas partai. Meski situasi terkendali, nuansa mencekam masih terasa saat rombongan Megawati melewati titik-titik bersejarah di dalam gedung, termasuk pintu utama yang pernah dihancurkan massa.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ikrar untuk terus memperjuangkan nilai-nilai Pancasila. Kehadiran tokoh-tokoh lintas generasi menandaskan bahwa luka Kudatuli belum sepenuhnya sembuh, namun telah menjadi energi perlawanan abadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User