Indonesia Ucapkan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Emir Qatar Syekh Hamad

BREAKING NEWS — Indonesia baru saja menyampaikan ucapan duka resmi menyusul konfirmasi wafatnya mantan Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada usia 74 tahun.Kabar duka ini disiarkan langs...

Jul 13, 2026 - 06:35
0 0

BREAKING NEWS — Indonesia baru saja menyampaikan ucapan duka resmi menyusul konfirmasi wafatnya mantan Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada usia 74 tahun.

Kabar duka ini disiarkan langsung oleh Amiri Diwan, otoritas administratif tertinggi di lingkungan Istana Emir Qatar. Pengumuman itu sekaligus menandai dimulainya masa berkabung nasional di negara Teluk tersebut.

Belasungkawa dari Jakarta

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia merilis pernyataan pers kurang dari satu jam setelah pengumuman resmi dari Doha. “Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga kerajaan, pemerintah, dan rakyat Qatar,” tegas juru bicara Kemlu dalam keterangan tertulis. Pemerintah Indonesia menilai Syekh Hamad sebagai figur transformatif yang membawa Qatar ke panggung global.

Presiden RI juga telah mengirimkan pesan pribadi kepada Emir Qatar saat ini, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, yang merupakan putra almarhum. Hubungan diplomatik Indonesia-Qatar yang hangat tercermin dari respon cepat ini.

Warisan Sang Negarawan

Syekh Hamad memerintah Qatar selama 18 tahun, dari 1995 hingga pengunduran dirinya secara sukarela pada 2013—langkah langka di kawasan. Di bawah arahannya, Qatar menjelma dari negara gurun kecil menjadi pusat energi dan diplomasi kelas dunia. Cadangan gas alam raksasa North Field dieksploitasi maksimal, melontarkan pendapatan per kapita Qatar menjadi salah satu tertinggi di dunia.

Diplomasi almarhum dikenal berani. Ia mendirikan Al Jazeera, mendorong mediasi konflik di Timur Tengah dan Afrika, serta memenangkan hak tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022. Transformasi ini tak lepas dari visinya yang kerap dijuluki "Arsitek Qatar Modern".

Kronologi dan Masa Berkabung

Amiri Diwan mengonfirmasi bahwa jenazah akan disemayamkan dalam prosesi kenegaraan tertutup. Pemerintah Qatar menetapkan tiga hari berkabung nasional, dengan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh institusi resmi. Sejumlah pemimpin dunia, termasuk dari kawasan ASEAN dan Timur Tengah, mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Syekh Hamad mengembuskan napas terakhir dalam perawatan medis, namun detail penyebab wafat tidak dipublikasikan secara luas. Pihak istana hanya menyebut kondisi kesehatan almarhum menurun drastis dalam 72 jam terakhir.

Dubes RI untuk Qatar, dalam keterangan terpisah, memastikan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta keluarga besar Kerajaan Al Thani. Tidak ada laporan mengenai kendala bagi WNI di Qatar selama prosesi berkabung berlangsung.

Respons Internasional

Ucapan duka mengalir dari berbagai penjuru. Sekretaris Jenderal PBB menyebut Syekh Hamad sebagai "jembatan perdamaian", sementara Washington menyoroti perannya dalam kontra-terorisme. Indonesia menjadi salah satu negara pertama di Asia yang secara eksplisit mengaitkan kehilangan ini dengan kenangan kerja sama bilateral yang erat, terutama di sektor migas dan investasi infrastruktur.

“Era pemerintahan Syekh Hamad membuka pintu bagi banyak tenaga kerja Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan Qatar,” tambah pernyataan Kemlu RI. Hal ini menegaskan dimensi personal hubungan kedua bangsa.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User