Sep 17, 2026
Nasional

JAKARTA — Harga Pangan Melonjak Jelang Natal dan Tahun Baru 2025

JAKARTA — Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok mulai melanda berbagai daerah di

JAKARTA — Harga Pangan Melonjak Jelang Natal dan Tahun Baru 2025

JAKARTA — Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok mulai melanda berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan data pantauan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Selasa, 17 Desember 2024, lonjakan harga yang cukup signifikan tercatat pada beberapa bahan pangan vital, terutama komoditas cabai, telur ayam ras, serta minyak goreng curah. Fenomena tahunan ini kembali menjadi tantangan besar bagi daya beli masyarakat di tengah tingginya permintaan pasar jelang libur akhir tahun.

Pergerakan harga pangan nasional menunjukkan akselerasi yang dipicu oleh kombinasi faktor cuaca dan tingginya konsumsi rumah tangga. Kenaikan harga ini terpantau merata di pasar-pasar tradisional utama di Pulau Jawa, Sumatra, hingga kawasan Indonesia Timur, yang memicu perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah.

Lonjakan Harga Komoditas Utama di Pasar Nasional

Berdasarkan data resmi Bapanas, kelompok komoditas bumbu dapur khususnya cabai mengalami lonjakan paling tajam. Harga cabai rawit merah melonjak menembus angka Rp 68.500 per kilogram, atau mengalami peningkatan sebesar 24,5 persen dibanding harga rata-rata pada awal bulan Desember. Sementara itu, harga cabai merah keriting menyusul naik dengan rata-rata nasional mencapai Rp 51.200 per kilogram.

Selain cabai, sektor protein hewani dan minyak nabati juga terkoreksi naik. Telur ayam ras yang menjadi komoditas krusial untuk kebutuhan harian masyarakat serta industri pembuat kue Natal kini merangkak naik ke posisi Rp 31.800 per kilogram. Di sisi lain, minyak goreng curah merambat ke harga Rp 17.800 per liter, berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Komoditas Pangan Harga Awal Des 2024 Harga 17 Des 2024 Kenaikan (%)
Cabai Rawit Merah Rp 55.000 / kg Rp 68.500 / kg +24,5%
Cabai Merah Keriting Rp 42.000 / kg Rp 51.200 / kg +21,9%
Telur Ayam Ras Rp 28.500 / kg Rp 31.800 / kg +11,5%
Minyak Goreng Curah Rp 16.000 / liter Rp 17.800 / liter +11,2%

Analisis Penyebab dan Dampak terhadap Inflasi Akhir Tahun

Lonjakan harga menjelang akhir tahun 2024 dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat masuknya musim hujan yang intens. Curah hujan tinggi di sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur mengganggu siklus panen tanaman hortikultura seperti cabai, sehingga pasokan yang masuk ke pasar induk berkurang drastis.

Menanggapi situasi ini, Pengamat Ekonomi Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menilai kenaikan harga saat ini berpotensi mendongkrak laju inflasi bulan Desember jika tidak diimbangi dengan intervensi cepat. "Masalah klasik jelang Nataru adalah tingginya permintaan yang tidak diimbangi oleh kelancaran distribusi logistik. Kenaikan harga cabai dan telur ayam ini perlu diredam segera melalui operasi pasar masif agar tekanan inflasi akhir tahun tidak semakin berat," ungkapnya.

Langkah Intervensi Badan Pangan Nasional dan Pemerintah

Untuk menekan fluktuasi harga yang meluas, Bapanas bekerjasama dengan Perum Bulog dan pemerintah daerah telah menyiapkan serangkaian tindakan taktis guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen:

  1. Penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM): Mendorong pelaksanaan pasar murah di 514 kabupaten/kota secara berkala hingga awal Januari 2025.
  2. Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP): Mengakselerasi penyaluran cadangan beras dan komoditas pangan pemerintah langsung ke ritel modern dan pasar tradisional.
  3. Fasilitasi Distibusi Pangan (FDP): Memberikan subsidi biaya angkut logistik dari daerah surplus pangan menuju daerah yang mengalami defisit pasokan.
  4. Pengawasan Satgas Pangan: Memperketat pengawasan di rantai pasok untuk mencegah aksi penimbunan oleh spekulan nakal.

"Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman hingga memasuki tahun baru 2025. Masyarakat diimbau untuk belanja secara bijak dan tidak panic buying karena pasokan bahan pokok secara nasional dalam posisi mencukupi," rilis resmi Badan Pangan Nasional.

Dengan efektivitas langkah-langkah intervensi tersebut, pemerintah optimistis pergerakan harga bahan pokok di pasar tradisional dapat kembali terkendali sehingga masyarakat dapat menyambut momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dengan tenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User