Sep 17, 2026
Sulawesi Selatan

MAKASSAR — Antrean BBM Parah Bikin Operator SPBU Tumbang Kena Tipes

Terik matahari Kota Makassar yang menyengat terasa semakin membakar di tengah hamparan antrean kendaraan yang mengular hingga berkilometer-kilometer. Di ba

MAKASSAR — Antrean BBM Parah Bikin Operator SPBU Tumbang Kena Tipes

Terik matahari Kota Makassar yang menyengat terasa semakin membakar di tengah hamparan antrean kendaraan yang mengular hingga berkilometer-kilometer. Di balik deretan truk logistik dan kendaraan pribadi yang menyalakan mesin tanpa kepastian, para petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berada di garis terdepan krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tanpa henti melayani kepanikan warga yang khawatir kehabisan bahan bakar, beban kerja ekstrem ini akhirnya memakan korban kesehatan. Seorang operator SPBU di Makassar terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah terkapar tumbang akibat terserang penyakit tipes usai bertugas melayani antrean BBM selama berhari-hari tanpa istirahat memadai.

Kondisi di lapangan menggambarkan betapa gawatnya situasi distribusi energi di wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir. Antrean panjang tak hanya menciptakan kemacetan parah di ruas jalan utama kota, tetapi juga menguras stamina fisik serta mental para pekerja di garda depan. Shift kerja yang biasanya berlangsung selama 8 jam melonjak tajam hingga lebih dari 14 hingga 16 jam sehari demi mengurai antrean yang tak kunjung terputus. Tekanan fisik akibat polusi udara, sengatan panas, serta ritme kerja yang serba cepat membuat sistem kekebalan tubuh para petugas SPBU merosot tajam.

Beban Kerja Ekstrem dan Ancaman Kesehatan Operator

Kasus tumbangnya operator SPBU ini menjadi sinyal merah atas dampak kemanusiaan di balik kelangkaan pasokan energi. Jam istirahat yang sangat minim serta stres tinggi akibat menghadapi emosi para pengendara yang frustrasi menjadi pemicu utama kelelahan fisik kronis. Dokter setempat mengonfirmasi bahwa infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan penyakit tipes sangat mudah menyerang individu yang mengalami kelelahan ekstrem dan penurunan daya tahan tubuh secara drastis.

"Kami bekerja hampir tanpa jeda dari pagi hingga larut malam. Kendaraan tidak pernah berhenti datang, dan kami tidak tega meninggalkan rekan-rekan lain karena tekanan di lapangan sangat besar. Akhirnya fisik saya tidak kuat lagi, demam tinggi, dan dokter menyatakan saya terkena tipes," ujar seorang operator SPBU yang kini harus terbaring lemah di ruang perawatan medis.

Komparasi Kondisi Operasional SPBU di Makassar

Untuk menggambarkan tingkat keparahan krisis pasokan BBM dan beban kerja para petugas di lapangan, berikut adalah perbandingan kondisi operasional SPBU sebelum dan saat terjadinya fenomena antrean panjang di Makassar:

Indikator Operasional Kondisi Normal Kondisi Krisis Antrean
Rata-rata Waktu Antre 5 - 15 Menit 2 hingga 12 Jam
Durasi Shift Operator 8 Jam / Shift 12 - 16 Jam / Shift
Panjang Antrean Kendaraan 50 - 100 Meter 1 hingga 3 Kilometer
Tingkat Risiko Kesehatan Rendah Sangat Tinggi (Tipes & Dehidrasi)

Urgensi Evaluasi Distribusi dan Perlindungan Tenaga Kerja

Fenomena antrean BBM yang mengular berhari-hari ini diduga dipicu oleh keterlambatan pasokan kuota dari tingkat pusat serta meningkatnya konsumsi masyarakat. Banyak sopir truk angkutan barang bahkan harus menginap di dalam kabin kendaraan mereka selama berturut-turut demi mendapatkan alokasi BBM bersubsidi jenis Solar. Penumpukan kendaraan ini tidak hanya merugikan sektor ekonomi dan mobilitas barang, tetapi juga memicu krisis kesehatan bagi para pekerja di tingkat bawah.

Pengamat kebijakan publik menegaskan bahwa masalah distribusi ini harus segera diurai oleh pihak Pertamina bersama pemerintah daerah setempat. "Pemerintah dan pemegang otoritas energi tidak boleh tutup mata terhadap dampak domino kelangkaan BBM. Selain merugikan mobilitas masyarakat, keselamatan serta kesehatan para pekerja SPBU yang bertugas di lapangan harus mendapat perhatian medis dan pembagian shift kerja yang lebih manusiawi," tegasnya.

Hingga saat ini, sejumlah SPBU di titik-titik vital Kota Makassar masih tampak diserbu ribuan kendaraan. Penambahan personel pengisi BBM serta percepatan distribusi stok dari depo terdekat menjadi tuntutan mendesak agar krisis antrean ini tidak terus memakan korban fisik dari para pekerja yang berjuang di garis depan pelayanan energi.

Antrean kendaraan yang mengular hingga berkilometer-kilometer di Makassar memicu beban kerja ekstrem bagi para operator SPBU. Salah seorang petugas bahkan harus dirawat di rumah sakit akibat terserang tipes usai bekerja marathon melayani antrean. Baca artikel selengkapnya di Beritatercepat.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User