Mahasiswa USU Diduga Lecehkan 66 Korban, Kampus Siap Tindak Tegas

MEDAN — BARU SAJA, gempa sosial mengguncang Universitas Sumatera Utara. Dugaan pelecehan seksual sistematis oleh seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis mencuat bak tsunami digital. Dalam hitu...

Jul 12, 2026 - 23:00
0 0
Mahasiswa USU Diduga Lecehkan 66 Korban, Kampus Siap Tindak Tegas

MEDAN — BARU SAJA, gempa sosial mengguncang Universitas Sumatera Utara. Dugaan pelecehan seksual sistematis oleh seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis mencuat bak tsunami digital. Dalam hitungan jam, 66 korban berani mengungkap luka mereka.

Skandal ini meledak setelah serangkaian unggahan di media sosial menyebar tanpa rem. Akun-akun anonim membuka kotak pandora, membeberkan pola perekrutan dan eksploitasi yang diduga berlangsung dalam lingkungan pertemanan kampus. Narasi yang beredar menggambarkan sebuah jejaring manipulatif yang menyasar mahasiswi secara terstruktur.

Data sementara yang terverifikasi oleh tim investigasi kampus menunjukkan angka 66 individu telah melapor sebagai korban. Jumlah ini belum final. Tim krisis memperkirakan korban bisa membengkak karena banyak yang masih takut bersuara.

Kronologi Singkat

Ledakan informasi bermula pada Selasa malam. Sebuah utas menceritakan pengalaman pribadi seorang penyintas, lalu direspons oleh puluhan pengakuan serupa. Dalam waktu singkat, nama pelaku dan modus operandi menjadi perbincangan nasional. Tagar terkait menembus lebih dari 100 ribu cuitan hanya dalam tiga jam.

  • Pelaku diduga menggunakan relasi senior-junior untuk mendekati target.
  • Modus: tawaran kerja paruh waktu fiktif sebagai pintu masuk.
  • Lokasi kejadian diduga menyebar di sekitar kampus dan tempat tinggal pribadi.
  • Total laporan sementara: 66 korban, mayoritas mahasiswi FEB.

Respons Kampus

Pihak rektorat bergerak cepat. Dalam pernyataan resmi yang dirilis dua jam lalu, juru bicara USU menegaskan nol toleransi terhadap kekerasan seksual. “Kampus tidak akan melindungi pelaku, siapa pun dia. Proses investigasi sudah dimulai bersama Satgas PPKS dan akan berujung pada sanksi akademik terberat jika terbukti,” tegasnya.

Dekan FEB membentuk posko pengaduan darurat. Konselor psikologis diterjunkan untuk mendampingi para penyintas. Sementara itu, tim keamanan kampus mengawasi gerak-gerik terduga pelaku yang identitasnya sudah dikantongi. Pihak kampus juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjajaki proses hukum.

Rektorat berjanji transparansi penuh. Seluruh proses akan dilaporkan secara berkala kepada publik. “Kami minta maaf atas kegagalan melindungi mahasiswa. Ke depan, sistem pencegahan akan diperkuat,” imbuhnya.

Aktivis anti-kekerasan seksual memuji langkah cepat ini, namun mengingatkan pentingnya pendampingan jangka panjang. Mereka mendorong agar kasus ini tidak berhenti pada sanksi akademik, tetapi berlanjut ke ranah pidana.

Publik kini menanti langkah konkret. Jangan sampai janji tegas hanya menjadi bantalan emosi sesaat. Mahasiswa dan masyarakat sipil mengawal ketat setiap perkembangan. Kami akan terus mengabarkan detik demi detik.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User