Lukisan Gua Muna 67.800 Tahun Tertua Dunia, Sultra Diusulkan Pusat Prasejarah

Fakta Terbaru BARU SAJA dikonfirmasi: Lukisan purba di Gua Muna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, merupakan yang tertua di dunia. Usianya mencapai 67.800 tahun, melampaui catatan lukisan purba di Ma...

Jul 12, 2026 - 17:52
0 0

Fakta Terbaru

BARU SAJA dikonfirmasi: Lukisan purba di Gua Muna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, merupakan yang tertua di dunia. Usianya mencapai 67.800 tahun, melampaui catatan lukisan purba di Maros-Pangkep yang sebelumnya diyakini sebagai yang tertua. Penanggalan menggunakan metode uranium-series pada lapisan kalsit yang menutupi gambar tangan dan figur hewan itu menunjukkan angka yang memecahkan rekor.

Pernyataan Menteri

Menteri Kebudayaan Fadli Zon langsung merespons temuan ini dengan mendorong Sulawesi Tenggara menjadi pusat prasejarah nasional. Ia menegaskan bahwa potensi arkeologis di Muna harus segera dikembangkan. "Kita memiliki bukti peradaban manusia modern paling awal di dunia. Sulawesi Tenggara harus menjadi episentrum riset dan wisata prasejarah," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar cepat.

Detail Temuan

Lukisan yang terletak di dinding gua kapur ini mencakup cap tangan negatif, gambar babi rusa, serta motif geometris. Para peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bersama tim internasional melakukan pengambilan sampel di beberapa titik dan hasilnya konsisten menunjukkan usia lebih dari 67.000 tahun. Ini menjadikan Muna bukan hanya sebagai situs tertua di Indonesia tetapi juga mengungguli lukisan gua terkenal di Eropa seperti di Gua Chauvet yang berusia sekitar 30.000 tahun.

Sebelumnya, gelar lukisan gua tertua di dunia dipegang oleh situs Leang Bulu’ Sipong 4 di Maros-Pangkep dengan usia sekitar 43.900 tahun. Kini, rekor itu patah telak. Temuan di Muna mengubah peta penyebaran manusia modern awal dan menunjukkan bahwa seni cadas pertama justru muncul di wilayah Wallacea, bukan di daratan Eropa seperti yang dipercaya selama ini.

Dampak dan Langkah Strategis

Dengan predikat baru ini, Muna berpotensi menjadi magnet wisata minat khusus dan penelitian internasional. Fadli Zon telah menginstruksikan jajarannya untuk segera menyusun rencana aksi pelindungan dan promosi. Beberapa langkah yang akan dilakukan:

Evakuasi dan Konservasi Darurat: area sekitar gua akan diperketat aksesnya untuk mencegah vandalisme dan kerusakan akibat kunjungan tidak terkendali. Pusat Penelitian Prasejarah: pemerintah daerah bersama pusat akan membangun fasilitas riset modern di Muna. Promosi Global: situs akan didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan dunia untuk mendapatkan pengakuan dan perlindungan internasional.

Respons Publik dan Akademisi

Komunitas arkeolog menyambut antusias. Guru besar arkeologi dari Universitas Hasanuddin menyebut penemuan ini sebagai “revolusi dalam pemahaman migrasi manusia purba.” Sementara itu, masyarakat lokal Muna berharap pengakuan ini dapat membawa kesejahteraan melalui peningkatan kunjungan wisatawan.

Plt. Gubernur Sulawesi Tenggara berkomitmen menyediakan anggaran pendamping untuk percepatan pengembangan kawasan Muna sebagai destinasi kelas dunia. “Ini kesempatan emas bagi daerah. Kami akan mendukung penuh,” katanya.

Agenda Mendatang

Tim kementerian akan melakukan kunjungan lapangan pekan depan untuk menilai kondisi terkini. Rapat koordinasi lintas sektor dijadwalkan untuk memastikan tidak ada tumpang tindih kewenangan. “Kita tidak mau rekor ini hanya menjadi berita viral lalu terlupakan. Harus ada tindakan nyata berkelanjutan,” tegas Fadli Zon.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User