Love Scam Kamboja Renggut Rp4,8 Miliar dari Warga Jabar
BREAKING — Dua warga Jawa Barat BARU SAJA laporkan total kerugian Rp4,8 miliar setelah terperangkap sindikat love scamming internasional berbasis di Kamboja. Polda Jabar KONFIRMASI penangkapan dua t...
BREAKING — Dua warga Jawa Barat BARU SAJA laporkan total kerugian Rp4,8 miliar setelah terperangkap sindikat love scamming internasional berbasis di Kamboja. Polda Jabar KONFIRMASI penangkapan dua tersangka dalam operasi lintas negara yang berlangsung kurang dari 1×24 jam terakhir.
Kronologi Penipuan Cinta Digital
Berdasarkan data penyidik, kedua korban mulai didekati pelaku melalui aplikasi kencan daring sejak awal 2025. Pelaku menggunakan identitas palsu sebagai pengusaha sukses serta membangun hubungan emosional intens selama berminggu-minggu. Setelah kepercayaan terbentuk, korban dibujuk berinvestasi di platform trading palsu yang sepenuhnya dikendalikan sindikat.
Fakta Kunci Kasus
- Rp4,8 miliar total dana korban lenyap dalam dua bulan terakhir.
- Dua tersangka ditangkap di lokasi terpisah di Jawa Barat — satu WNI dan satu warga Kamboja.
- Jaringan terhubung ke pusat operasi love scam di Sihanoukville, Kamboja.
- Korban berasal dari Bandung dan Cimahi; satu korban menjual rumah demi “investasi.”
Modus Operasi Sindikat
Para pelaku bekerja dalam sel terorganisir: satu tim bertugas membangun komunikasi romantis, tim kedua menangani transaksi keuangan, dan tim ketiga menyediakan infrastruktur teknologi. Pola ini membuat jejak digital sangat sulit dilacak. “Setiap anggota hanya tahu tugasnya sendiri. Korban tidak pernah sadar sedang berhadapan dengan puluhan orang di balik satu profil,” ujar petugas penyidik yang enggan disebut namanya.
Platform binary option yang digunakan menampilkan grafik dan nominal keuntungan fiktif. Setelah korban menyetor dana besar, situs itu lenyap dalam satu malam. Tersangka WNI mengakui menerima komisi 15% dari tiap kelipatan Rp100 juta yang berhasil disetor korban.
Upaya Evakuasi dan Siaga Penyelidikan
Polda Jabar kini berkoordinasi dengan Interpol dan otoritas Kamboja untuk melacak sisa anggota jaringan yang masih buron. Sementara itu, aparat menyiapkan jalur rehabilitasi psikologis bagi korban yang mengalami trauma berat akibat manipulasi emosional ini.
“Kami siagakan satuan siber untuk memblokir lebih dari 200 domain sejenis yang terdeteksi masih aktif menyasar warga Indonesia,” imbuh sumber internal Polda. Masyarakat diimbau segera melapor jika mencurigai tawaran investasi dari kenalan dunia maya yang tidak bisa diverifikasi identitasnya.
Comments (0)