Oct 02, 2026
Hukum

Lima Pria Ditangkap di Dekat Pangkalan Udara AS di Inggris, Alarm Bom Memicu Evakuasi Warga

GLOUCESTERSHIRE — Otoritas Inggris menangkap lima pria pada Minggu (21/9) atas dugaan merencanakan serangan teroris di luar RAF Fairford, sebuah pangkalan

Lima Pria Ditangkap di Dekat Pangkalan Udara AS di Inggris, Alarm Bom Memicu Evakuasi Warga

GLOUCESTERSHIRE — Otoritas Inggris menangkap lima pria pada Minggu (21/9) atas dugaan merencanakan serangan teroris di luar RAF Fairford, sebuah pangkalan udara yang juga menjadi markas pesawat tempur Amerika Serikat yang terlibat dalam operasi militer terhadap Iran. Penangkapan itu terjadi setelah polisi menerima laporan mengenai tiga kendaraan mencurigakan yang bergerak menuju pangkalan tersebut.

Asisten Kepala Kepolisian Gloucestershire, Richard Ocone, dalam konferensi pers menyatakan bahwa pihaknya menerima panggilan darurat terkait tiga kendaraan yang melaju ke arah RAF Fairford. Media lokal kemudian mengidentifikasi ketiga kendaraan itu sebagai tiga van berwarna putih. Petugas yang tiba di lokasi langsung menangkap lima individu di dekat Desa Whelford atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak.

“Kami menerima panggilan terkait tiga kendaraan mencurigakan yang bergerak menuju RAF Fairford. Penangkapan dilakukan atas dugaan tindak pidana berdasarkan Explosives Act,” ujar Ocone kepada wartawan.

Insiden ini langsung memicu respons besar-besaran. Unit penjinak bom Angkatan Darat Inggris dikerahkan untuk memeriksa ketiga kendaraan tersebut. Sekitar 85 rumah tangga dievakuasi sebagai langkah pencegahan. Rekaman udara yang ditayangkan media Inggris memperlihatkan sebuah robot beroda khusus beroperasi di dekat van-van itu, memperkuat kesan bahwa otoritas mencurigai adanya bahan peledak di dalam kendaraan.

Warga setempat yang tidak memiliki tempat tinggal alternatif telah ditampung sementara di sebuah pusat rekreasi. Kepolisian Antiteror Inggris kini menangani kasus yang oleh pejabat setempat disebut sebagai “insiden besar.” BBC bahkan menerbitkan foto yang belum terverifikasi, yang diklaim memperlihatkan para tersangka duduk setengah telanjang di tanah dengan tangan terikat di belakang dan wajah disensor.

Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, melalui unggahan di platform X, mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi selama penyelidikan berlangsung. “Saya mendesak masyarakat untuk tidak berspekulasi sementara otoritas menetapkan fakta-fakta secara lengkap,” tulisnya.

Pada Minggu malam, Kepala Kepolisian Sementara Gloucestershire, Maggie Blyth, memberikan pembaruan. Ia menyatakan pihak berwenang meyakini bahwa “situasi ini sudah terkendali.” Namun, Blyth menolak mengungkap apakah polisi masih memburu tersangka lain dalam kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai motif kelima tersangka maupun kaitan mereka dengan kelompok tertentu.

RAF Fairford selama ini menjadi salah satu pangkalan strategis bagi operasi militer AS di Eropa, termasuk sebagai lokasi pendaratan pesawat pengebom B-1B Lancer yang digunakan dalam operasi terhadap Iran. Statusnya yang sensitif menjadikan insiden ini perhatian serius, tidak hanya bagi keamanan nasional Inggris tetapi juga bagi hubungan pertahanan dengan Washington.

Sejumlah pengamat menilai insiden ini akan memicu evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan pangkalan militer asing yang beroperasi di wilayah Inggris. Pemerintah belum mengonfirmasi apakah tingkat siaga keamanan nasional akan dinaikkan pasca-insiden tersebut.

Tags: RAF Fairford, Terorisme Inggris, Pangkalan Udara AS, Gloucestershire Police, Operasi Militer Iran

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User