Oct 03, 2026
Hukum

Lavrov Sebut Menlu Jerman Bawa "Naskah Lama" ke PBB

NEW YORK — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan bahwa pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul di sela-sela S

Lavrov Sebut Menlu Jerman Bawa "Naskah Lama" ke PBB

NEW YORK — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan bahwa pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul di sela-sela Sidang Umum PBB ke-81 di New York tidak menghasilkan terobosan berarti. Menurut Lavrov, Wadephul justru membawa "naskah lama" yang selama ini disampaikan secara terbuka oleh para pemimpin Jerman di hadapan publik.

Pertemuan itu sendiri berlangsung secara mendadak. Wadephul meminta waktu pertemuan dengan Lavrov dalam waktu yang sangat singkat, dan Moskow menyelipkannya ke dalam agenda padat diplomat senior Rusia tersebut sebelum ia menyampaikan pidato di forum PBB.

Pertemuan Pertama Pasca Eskalasi Konflik

Pertemuan ini menjadi yang pertama secara bilateral antara menlu Rusia dan Jerman sejak meningkatnya konflik Ukraina, di mana Berlin secara tegas memihak Kiev. Karena itu, permintaan pertemuan dari pihak Jerman dinilai cukup mengejutkan bagi pengamat diplomasi.

Lavrov mengaku sengaja mempersilakan Wadephul untuk menjelaskan sendiri apa yang mendorongnya meminta pertemuan tersebut. Namun menurut Lavrov, apa yang kemudian disampaikan oleh menlu Jerman itu tidak jauh dari pengulangan posisi resmi Berlin.

"Ia mengeluarkan catatannya dan membacakan sebuah teks yang sepenuhnya mereproduksi apa yang dikatakan para pemimpin Jerman secara publik dan resmi setiap hari," ujar Lavrov.

Lavrov menegaskan ia mengharapkan sesuatu yang lebih dari sekadar kalimat familiar Berlin bahwa Rusia adalah pihak agresor. Menurut penuturannya, pesan yang tersirat dari Wadephul adalah bahwa Jerman "berkenan" menemui Moskow, dan Rusia diharapkan membalasnya dengan konsesi terkait Ukraina serta jaminan untuk pelayaran di Laut Hitam.

Agenda Diplomatik Penuh di New York

Diplomat tertinggi Rusia itu menjalani rangkaian pertemuan maraton di New York, dengan lawan bicara yang membentang dari negara-negara yang oleh Barat disebut sebagai "taman yang indah" hingga negara-negara di kawasan Selatan dan Timur global.

Pertemuan dengan Wadephul sendiri disebut hanya salah satu dari sekian banyak agenda yang harus dijalani Lavrov. Moskow memasukkannya ke dalam jadwal hari Sabtu yang sudah sangat padat, tidak lama sebelum ia naik podium untuk berpidato di Sidang Umum PBB.

Menurut Lavrov, isi pembicaraan Wadephul tidak menawarkan sesuatu yang baru. Ia menggambarkan sikap delegasi Jerman sebagai pengulangan sikap resmi yang sudah sering didengar Moskow melalui pernyataan publik pemerintahan Jerman.

Kekecewaan Lavrov mengindikasikan belum ada pergeseran berarti dalam hubungan Rusia–Jerman, yang merenggang tajam sejak konflik Ukraina meningkat. Berlin tetap berada di garis depan negara-negara Eropa yang mendukung Kiev, baik melalui sanksi maupun bantuan militer dan politik.

Respons atas Permintaan Pertemuan Mendadak

Menarik dicatat, permintaan pertemuan justru datang dari pihak Jerman, bukan Rusia. Langkah itu memberi sinyal bahwa Berlin mencoba membuka saluran komunikasi langsung di tengah membekunya hubungan kedua negara.

Namun, cara Wadephul menyampaikan posisi Jerman—menurut versi Lavrov—membuat pertemuan itu tidak menghasilkan kemajuan. Pertemuan bilateral pertama itu justru berakhir sebagai pengulangan posisi yang sudah diketahui publik.

Bagi Moskow, hasil pertemuan tersebut menegaskan bahwa Berlin belum bersedia menawarkan pendekatan baru. Sementara bagi Berlin, permintaan pertemuan itu sendiri bisa dibaca sebagai upaya menjaga saluran diplomasi tetap terbuka di tingkat menlu.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Jerman yang merespons secara rinci penuturan Lavrov tersebut. Pengamat menilai episode ini menegaskan bahwa jarak antara Moskow dan Berlin masih sangat lebar, bahkan ketika kedua pihak duduk di meja yang sama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User