Laporan Gallup 2025: 83% Warga Indonesia Merasa Aman Berjalan Sendiri di Malam Hari

Beritatercepat.com, Bogor - Kepercayaan publik terhadap kondisi keamanan di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan. Sebuah rilis terbaru dari lembaga survei kelas dunia, Gallup, mengonfirma

Jul 07, 2026 - 23:19
0 0
Laporan Gallup 2025: 83% Warga Indonesia Merasa Aman Berjalan Sendiri di Malam Hari

Beritatercepat.com, Bogor - Kepercayaan publik terhadap kondisi keamanan di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan. Sebuah rilis terbaru dari lembaga survei kelas dunia, Gallup, mengonfirmasi bahwa sebanyak 83% masyarakat Tanah Air merasa aman saat berjalan sendirian di malam hari. Temuan ini menjadi salah satu pencapaian signifikan yang disorot institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di penghujung pertengahan tahun 2026.

Data ini tertuang dalam dokumen The Global Safety Report 2025 yang dilansir oleh Gallup. Persentase tersebut menandakan bahwa aspek hukum dan ketertiban di tingkat lokal semakin solid, melampaui berbagai tantangan keamanan global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tingginya rasa aman individu merupakan parameter kunci yang sering dipakai para pakar untuk mengukur efektivitas patroli kepolisian dan tingkat kriminalitas jalanan di suatu wilayah.

"Berdasarkan The Global Safety Report 2025 oleh Gallup, 83% masyarakat Indonesia merasa aman ketika berjalan sendirian di malam hari. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kerja keras seluruh jajaran dalam menjaga stabilitas kamtibmas," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Sigit saat memberikan sambutan dalam puncak acara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Bogor, Rabu (1/7/2026). Di hadapan para perwira dan tamu undangan, Kapolri menegaskan bahwa persepsi aman merupakan sebuah kemewahan yang harus terus dijaga. Ia membandingkan capaian Indonesia dengan negara-negara lain yang kerap mengalami penurunan indeks rasa aman akibat krisis sosial dan ekonomi.

Dalam laporan media kami sebelumnya, para pengamat keamanan menyebut bahwa kemampuan Polri memperkuat rasa aman publik tak lepas dari transformasi digital di tubuh korps. Penerapan pemolisian presisi (*precision policing*) yang memanfaatkan analisis data besar (*big data*) terbukti memangkas waktu respons petugas di lapangan dan mencegah potensi kejahatan sebelum terjadi. Kepercayaan untuk melangkah sendiri di kegelapan malam menjadi bukti bahwa kehadiran negara, melalui Polri, betul-betul dirasakan oleh warga di tingkat akar rumput.

Sementara itu, di momen puncak Hari Bhayangkara yang sama, Polri menerima arahan strategis dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam pesannya, Presiden menekankan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat yang telah susah payah dibangun, serta mewajibkan seluruh personel untuk menguasai teknologi mutakhir. Hal ini dinilai esensial guna membendung ancaman kejahatan transnasional dan siber yang kian masif di era digital. Dengan modal 83% tingkat persepsi keamanan publik ini, Polri optimis dapat melompat lebih tinggi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User