Lahan Pertanian Aceh Ditanami Lagi, Sekda Puji Satgas PRR

BREAKING — Ratusan hektare lahan sawah di Aceh yang sempat mati suri akibat terjangan bencana hidrometeorologi kini resmi ditanami kembali. Gerakan tanam padi perdana yang digelar pagi tadi menjadi ...

Jul 12, 2026 - 18:33
0 0
Lahan Pertanian Aceh Ditanami Lagi, Sekda Puji Satgas PRR

BREAKING — Ratusan hektare lahan sawah di Aceh yang sempat mati suri akibat terjangan bencana hidrometeorologi kini resmi ditanami kembali. Gerakan tanam padi perdana yang digelar pagi tadi menjadi penanda bangkitnya sektor pertanian di provinsi paling barat Indonesia itu.

Penanaman simbolis dipusatkan di kawasan persawahan Kabupaten Aceh Besar, wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang dan longsor beberapa bulan terakhir. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh turun langsung memimpin prosesi tanam didampingi jajaran Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi (Satgas PRR).

Bencana hidrometeorologi yang menerjang Aceh pada Maret lalu mengakibatkan 18.500 hektare lahan pertanian rusak berat. Banjir bandang dan longsor memutus 45 titik irigasi serta mengubur ribuan hektare sawah produktif di bawah material lumpur dan batuan. Kerugian sektor pertanian ditaksir menembus Rp340 miliar, memaksa ribuan petani menganggur selama berbulan-bulan.

Gerakan Tanam Serentak

Program percepatan tanam ini menyasar sedikitnya 5.000 hektare lahan yang telah selesai direhabilitasi. Benih padi varietas unggul Inpari 42 disalurkan secara gratis kepada 15 kelompok tani yang tersebar di tiga kecamatan. Puluhan unit alat mesin pertanian (alsintan) modern dikerahkan untuk mengolah tanah dan mempercepat masa tanam.

  • 5.000 hektare lahan siap tanam tahap awal di Aceh Besar
  • 15 kelompok tani penerima manfaat program
  • Benih Inpari 42 tahan rendaman dan produktivitas tinggi
  • Alsintan modern termasuk traktor dan transplanter disiagakan

Apresiasi untuk Satgas PRR

Sekda Aceh menyampaikan apresiasi tinggi kepada Satgas PRR yang dinilai bekerja cepat memulihkan infrastruktur pertanian. “Kerja keras dan koordinasi solid Satgas PRR menjadi kunci utama pulihnya lahan-lahan pertanian kita. Hari ini kita buktikan Aceh bangkit,” ucapnya di sela acara tanam.

Satgas PRR sendiri telah merampungkan perbaikan saluran irigasi primer sepanjang 12 kilometer, membersihkan material longsor dari 350 hektare sawah, serta membangun tanggul darurat di bantaran sungai rawan luapan. Langkah-langkah ini memungkinkan petani kembali menggarap lahan yang sempat terendam lumpur dan pasir.

Koordinator Satgas PRR, Kolonel Inf. Rahmat Sudrajat, menjelaskan bahwa pemulihan dikerjakan dengan pendekatan kolaboratif melibatkan TNI, relawan, dan masyarakat. “Kami bergerak cepat karena sektor pertanian adalah nadi kehidupan rakyat Aceh. Target kami, seluruh lahan terdampak bisa kembali produktif sebelum musim tanam berikutnya,” tegasnya.

Komitmen Pemerintah

Pemerintah Aceh menargetkan pemulihan total 20.000 hektare lahan pertanian terdampak bencana dalam enam bulan ke depan. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah dan mengejar target swasembada pada 2028. “Kami tidak hanya memulihkan, tapi juga meningkatkan produktivitas dengan teknologi pertanian modern,” tambah Sekda.

Para petani menyambut antusias. Saksi mata di lokasi melaporkan suasana haru saat mesin tanam mulai bekerja. “Ini seperti mimpi. Sawah kami yang tadinya rusak parah sekarang bisa ditanami lagi,” ujar Munawar, salah satu petani setempat.

Dengan dimulainya musim tanam ini, roda ekonomi pedesaan di Aceh diharapkan kembali berputar. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga telah mengucurkan dana rehabilitasi senilai Rp45 miliar untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di provinsi tersebut.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User