Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Masih Memprihatinkan
Beritatercepat.com – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, belum menunjukkan tanda-tanda akan padam meski telah memasuki hari keenam. S
Beritatercepat.com – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, belum menunjukkan tanda-tanda akan padam meski telah memasuki hari keenam. Situasi ini semakin diperparah dengan temuan bahwa kualitas udara di sekitar lokasi masih berada pada level yang tidak sehat. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus melakukan pemantauan intensif terhadap sebaran polutan yang dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.
Untuk memastikan tingkat pencemaran udara secara akurat, KLH mengerahkan dua unit mobil pemantau kualitas udara dan tiga perangkat portabel. Alat-alat ini ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar area kebakaran guna mengukur konsentrasi partikel halus dan gas berbahaya yang dilepaskan oleh tumpukan sampah yang terbakar. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas laporan warga yang mulai merasakan gangguan pernapasan dan iritasi mata akibat asap tebal yang terus mengepul dari timbunan sampah.
"Ya, kami memantau kualitas udara secara langsung di lapangan," ungkap Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) KLH, Rasio Ridho Sani, saat dihubungi media kami melalui sambungan telepon pada Senin (6/6/2026).
"Kita kerahkan mobil pemantau udata dan alat portabel untuk mengetahui sejauh mana dampak kebakaran terhadap lingkungan, terutama kualitas udara yang dihirup masyarakat setiap hari," tegas Rasio.
Dari hasil pemantauan awal, terdeteksi adanya lonjakan signifikan pada parameter polutan seperti PM2.5 dan PM10, yang merupakan partikel sangat kecil dan dapat menembus saluran pernapasan terdalam. Kondisi ini menempatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, pada risiko kesehatan yang lebih besar. Oleh karena itu, pihak KLH mengimbau seluruh warga yang bermukim atau beraktivitas di sekitar TPA Jatiwaringin untuk selalu mengenakan masker saat berada di luar ruangan. Imbauan ini wajib diperhatikan mengingat asap kebakaran sampah mengandung senyawa beracun yang tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga ancaman jangka panjang bagi fungsi paru-paru.
Selain imbauan penggunaan masker, masyarakat juga diminta untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan segera menutup jendela atau ventilasi apabila asap mulai memasuki permukiman. Tim KLH terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat penanganan kebakaran serta menyiapkan langkah mitigasi jika kondisi udara memburuk. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api yang sulit dijangkau karena tertimbun lapisan sampah yang padat dan mudah terbakar. Pihak berwenang juga mengingatkan bahwa abu beterbangan dari lokasi kebakaran berpotensi mencemari sumber air tanah dan permukiman, sehingga warga pun diimbau untuk mengamankan penampungan air dan tidak mengonsumsi air yang terindikasi terpapar abu.
Kejadian ini menjadi peringatan serius tentang perlunya perbaikan sistem pengelolaan sampah, khususnya di TPA-TPA yang masih menerapkan metode penimbunan terbuka. Tanpa pengelolaan gas metana dan sistem proteksi kebakaran yang memadai, insiden serupa berpotensi terulang dan terus menerus mengancam kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Beritatercepat.com akan terus memantau perkembangan situasi dan menyajikan informasi terkini terkait dampak kebakaran TPA Jatiwaringin bagi lingkungan dan kesehatan warga.
Comments (0)