NEW DELHI — Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS resmi mengadopsi resolusi komprehensif bertajuk New Delhi Declaration setebal 45 halaman pada hari pertama pertemuan tahunan para pemimpin negara anggota. Dokumen strategis ini memuat komitmen bersama dalam memperkuat sistem multilateralisme, menyelesaikan konflik geopolitik secara damai, serta menentang kebijakan tarif sepihak dan proteksionisme perdagangan internasional.
Adopsi deklarasi tersebut menandai tonggak penting dalam konsolidasi posisi blok ekonomi berkembang di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan fragmentasi rantai pasok global. Dokumen konsensus ini menggarisbawahi urgensi reformasi tata kelola global agar lebih adil, inklusif, dan representatif bagi negara-negara berkembang di kawasan Global South.
Kronologi Pengesahan Deklarasi KTT BRICS
Proses pembahasan hingga adopsi naskah resolusi berlangsung intensif melalui beberapa tahapan diplomasi tingkat tinggi:
- Sesi Pembukaan Pleno: Para kepala negara dan delegasi membuka KTT dengan evaluasi kerja sama ekonomi, stabilitas moneter, serta dinamika sengketa perdagangan regional.
- Harmonisasi Isu Kritis: Pertemuan tertutup antar-pemimpin fokus menyelaraskan sikap bersama terkait penolakan sanksi ekonomi sepihak, hambatan tarif nontarif, serta krisis kemanusiaan global.
- Finalisasi Naskah 45 Halaman: Tim perunding merampungkan naskah deklarasi yang mencakup pilar politik, keamanan, keuangan, dan hubungan antarmasyarakat.
- Pengesahan Resmi Dokumen: Seluruh delegasi negara anggota secara bulat menandatangani dan mengadopsi Deklarasi New Delhi sebagai panduan kebijakan kolektif BRICS ke depan.
"Sistem multilateral harus ditegakkan kembali untuk menjamin perdagangan yang adil, stabilitas rantai pasok, dan penyelesaian damai atas seluruh perselisihan global tanpa hegemoni sepihak," demikian kutipan poin utama dalam deklarasi bersama tersebut.
Fokus Utama: Tarif, Perdagangan, dan Arsitektur Keuangan
Dalam naskah deklarasi tersebut, para pemimpin BRICS menegaskan sejumlah komitmen penting yang menjadi peta jalan kerja sama antaranggota:
- Penolakan Proteksionisme dan Tarif Sepihak: BRICS menegaskan bahwa kebijakan proteksionisme serta pengenaan tarif unilateral melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan mengganggu pemulihan ekonomi dunia.
- Penguatan Mata Uang Lokal: Mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan lintas batas dan penyelesaian keuangan intra-blok guna meminimalkan risiko fluktuasi valuta asing utama.
- Penyelesaian Konflik secara Damai: Menyerukan diplomasi aktif dan dialog konstruktif dalam meredakan sengketa regional maupun internasional sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
- Reformasi Lembaga Keuangan Internasional: Mendesak perombakan struktur kuota dan hak suara di IMF serta Bank Dunia agar lebih mencerminkan bobot ekonomi riil negara-negara berkembang.
Deklarasi ini diharapkan menjadi dorongan kuat bagi diversifikasi jalur perdagangan global dan memperkuat ketahanan ekonomi kawasan menghadapi tekanan eksternal.
Para pemimpin BRICS resmi menyepakati resolusi menyeluruh pada hari pertama KTT: • Menentang proteksionisme dan hambatan tarif sepihak. • Mendorong transaksi dagang dengan mata uang lokal. • Menyerukan reformasi kuota IMF dan Bank Dunia. • Menekankan jalur diplomasi untuk resolusi sengketa global. Simak ulasan selengkapnya di Beritatercepat.com!
Comments (0)